Indeks Nikkei Selasa Ditutup Turun; Saham Semikonduktor Melemah

53
nikkei
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) Indeks Nikkei Jepang ditutup melemah tipis pada perdagangan hari ini, Selasa, 1 September 2026, setelah sempat anjlok lebih dari 0,9% pada pembukaan sesi pagi akibat eskalasi konflik militer baru antara AS dan Iran, sebelum aksi beli di tengah hari berhasil memangkas sebagian besar kerugian tersebut menjelang bel penutupan.

Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 96,59 poin, atau turun 0,15%, dan berakhir di level 66.215,34. Sepanjang sesi perdagangan hari ini, pergerakan indeks tercatat cukup fluktuatif. Setelah dibuka di level 65.885,47, indeks sempat terjun hingga menyentuh titik terendah harian di 65.576,61 pada sesi pagi, sebelum kemudian pulih dan mencapai level tertinggi harian di 66.525,70 menjelang penutupan.

Dinamika fluktuatif bursa saham Jepang sepanjang hari ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor makro dan korporasi. Pasar dibuka memerah menyusul kabar ketegangan militer langsung antara AS dan Iran di Pulau Larak. Risiko hambatan logistik energi global ini memicu aksi hindari risiko jangka pendek di kalangan investor sejak awal perdagangan. Tekanan tersebut diperparah oleh lonjakan harga minyak mentah Brent hingga melampaui USD 91 per barel, yang meningkatkan ekspektasi pasar bahwa inflasi akan bertahan tinggi. Hal ini memicu spekulasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan serta The Fed pada pertemuan September mendatang.

Sejalan dengan tren pelemahan di Wall Street, saham semikonduktor memimpin pelemahan awal, dengan saham penguji chip raksasa Advantest ditutup melemah sekitar 2,9% dan emiten kabel hulu Fujikura merosot 3%. Meski demikian, indeks Nikkei berhasil bangkit dari keterpurukan berkat performa impresif dari beberapa saham berbobot besar. Saham raksasa teknologi SoftBank Group menguat 1,19% dan produsen memori flash Kioxia melonjak hingga 2,02%, menarik indeks kembali mendekati zona hijau menjelang penutupan.