(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis siang ini (10/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau terkoreksi, mengurangi loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia agak menurun setelah melemah 3 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang 0,14% atau 25 poin ke level Rp 17.525 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.500. Rupiah terpantau tergerus dari area 4 bulan tertingginya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 17.542 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.547, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp17.525.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia agak menurun setelah melemah 3 hari di sesi global sebelumnya, tertekan mendekati 3 minggu terendahnya oleh rally yen Jepang ke-7 bulan tertingginya dan harga minyak dunia yang terus rally.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini turun ke 98,73, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 98,78.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi pertama terpantau melemah terbatas 9,678 poin (0,14%) ke level 6.668,523, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias melemah di tengah lanjut memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah yang mendongkrak harga minyak dunia ke atas $100 per barrel, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir tertekan di hari ketiga dipimpin sektor retail.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.773 – Rp17.458.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting







