IHSG Kamis Pagi Menguat ke Level 6.689; Harga Minyak Rally, Wall Street Tertekan 3 Hari

68
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis pagi ini (10/9), terpantau menguat 10,396 poin (0,16%) ke level 6.688,597 setelah dibuka naik ke level 6.688.175.

IHSG bergerak dalam konsolidasi di area 17 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed bias melemah di tengah lanjut memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah yang mendongkrak harga minyak dunia ke atas $100 per barrel, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir tertekan di hari ketiga dipimpin sektor retail.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,27% atau 47 poin ke level Rp 17.547, dengan dollar AS di pasar uang Asia agak menurun setelah melemah 3 hari di sesi global sebelumnya, tertekan mendekati 3 minggu terendahnya oleh rally yen Jepang ke-7 bulan tertingginya dan harga minyak dunia yang terus rally.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.500, serta terpantau tergelincir dari area 4 bulan tertingginya.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 9,974 poin (0,15%) ke level 6.688.175. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,960 poin (0,14%) ke level 665,480. Pagi ini melemah 4,432 poin (0,07%) ke level 6.682,011. Sementara LQ45 terlihat turun 1,210 poin (0,18%) poin ke level 664,370.

Tercatat saat ini sebanyak 267 saham naik, 211 saham turun dan 238 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street semalam ditutup merosot signifikan di hari ketiga di antara naiknya harga minyak mentah dunia yang sudah melebihi $100 per barrel, anjloknya saham sektor retailers, serta melajunya yields dari U.S. Treasury. Dow Jones berakhir turun 1,9%, S&P 500 melemah 1,1%, serta Nasdaq merosot 1,0%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau melemah, di antaranya Nikkei yang turun 0,99%, dan Hang Seng yang merosot 1,77%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam konsolidasi di level 17 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed di tengah harga minyak dunia yang melaju, serta mencermati Wall Street yang semalam dalam koreksi.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan dalam rentang konsolidasi pendek, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,373 dan bila tembus ke level 6,230.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group