IHSG Jumat Ditutup Menurun 0,7% ke Level 6.541; Searah Regional, Kekhawatiran Inflasi karena Harga Minyak

45

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Jumat sore ini (11/9), terpantau tergelincir 47,961 poin (0,73%) ke level 6.541,377 setelah dibuka turun ke level 6.552.792.

IHSG bergerak menurun 3 hari ke level 1,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias melemah di tengah kekhawatiran meningkatnya inflasi dan kemungkinan naiknya suku bunga the Fed segera oleh memanasnya geopolitik Timur Tengah yang mengangkat harga minyak dunia di atas $100 per barrel, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir tertekan di hari keempatnya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,37% atau 37 poin ke level Rp 17.595, dengan dollar AS di pasar uang Eropa mendatar setelah melaju di sesi global sebelumnya, bangkit menanjak di antara naiknya harga minyak dan yields obligasi global, serta terkoreksinya euro setelah kenaikan suku bunga ECB.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.531, serta terpantau terkoreksi 2 hari menjauhi area 4 bulan tertinggi sebelumnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah 36,546 poin (0,55%) ke level 6.552.792. Sedangkan indeks LQ45 turun 3,280 poin (0,50%) ke level 652,700. Siang ini melemah 98,428 poin (1,49%) ke level 6.490,910. Sementara LQ45 terlihat turun 9,790 poin (1,49%) poin ke level 646,700.

IHSG kemudian mengurangi sebagian loss dan ditutup melemah 47,961 poin (0,73%) ke level 6.541,377. Sementara LQ45 terlihat turun 0,89% atau 5,870 poin ke level 650,110. Tercatat saat ini sebanyak 183 saham naik, 453 saham turun dan 153 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 1,93%, dan Hang Seng yang turun 0,60%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi profit taking di hari ketiga, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias melemah di tengah kekhawatiran meningkatnya inflasi dan kemungkinan naiknya suku bunga the Fed segera oleh harga minyak dunia yang melaju di atas $100 per barrel, serta mencermati Wall Street yang tertekan di hari keempatnya.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan cari peluang untuk bangkit, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,373 dan bila tembus ke level 6,230.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group