Dolar AS Jumat Bergerak Turun Akibat Penurunan Harga Minyak

19

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS bergerak turun hari Jumat karena penurunan harga minyak mentah menyebabkan imbal hasil obligasi pemerintah AS turun.

Indeks dolar AS bergerak turun 0,09% pada 98,99.

Penurunan harga minyak mentah WTI hari ini yang melebihi -2% menyebabkan imbal hasil obligasi pemerintah AS (T-note) tenor 10 tahun turun -3,5 basis poin (bp).

Meski demikian, dolar tetap mendapat dukungan mendasar setelah laporan IHK (CPI) AS hari ini mendorong probabilitas pasar akan kenaikan suku bunga FOMC pekan depan menjadi 88%, naik dari 75% pada hari Kamis.

Laporan IHK AS bulan Agustus hari ini yang mencatat kenaikan +0,4% (bulanan/m/m) sesuai dengan ekspektasi pasar, namun laporan IHK inti sebesar +0,3% (m/m) sedikit lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar +0,2% (m/m).
Secara tahunan (y/y), laporan IHK Agustus sebesar +3,4% tidak berubah dibandingkan bulan Juli dan sesuai dengan ekspektasi pasar. Sementara itu, laporan IHK inti Agustus sebesar +2,4% (y/y) sedikit melandai dari angka +2,5% di bulan Juli—mencapai level terendah baru dalam 5,5 tahun—dan juga sesuai dengan ekspektasi pasar.

Laporan IHK hari ini mendorong pasar untuk meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga FOMC sebesar +25 bp pada pertemuan pekan depan (15-16 September) menjadi 88%, naik dari 75% pada hari Kamis.

Dolar juga tertekan oleh laporan sentimen konsumen AS hari ini yang lebih lemah dari perkiraan. Indeks awal sentimen konsumen AS bulan September dari University of Michigan turun -3,9 poin menjadi 47,8; angka ini lebih lemah dibandingkan ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan -0,6 poin menjadi 51,3.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun akibat penurunan harga minyak menekan imbal hasil Treasury AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 98,86-98,74. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 99,22-99,46.