Harga CPO Jumat Mentah Ditutup Melemah Tertekan Peningkatan Persediaan Malaysia

83
cpo sawit

(Vibiznews – Commodity) – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah atau CPO untuk kontrak patokan di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (11/9/2026), sebesar 0,61 persen ke level RM4.855 per metrik ton. Koreksi ini melanjutkan tren penurunan dari sesi sebelumnya, di mana harga patokan November sempat berada di level RM4.918 hingga terpangkas ke kisaran RM4.885 per metrik ton akibat tekanan pasokan yang menumpuk.

Penekan utama harga CPO dunia hari ini adalah rilis data dari Dewan Minyak Sawit Malaysia atau MPOB yang menunjukkan persediaan minyak sawit Malaysia melonjak ke level tertinggi dalam delapan bulan terakhir per Agustus. Kombinasi antara laju ekspor yang lesu dan pertumbuhan output produksi yang lebih tinggi menjadi alasan utama di balik penumpukan stok tersebut. Tekanan pasar semakin diperparah oleh laporan dari sejumlah surveyor kargo internasional yang mencatat pengiriman kelapa sawit Malaysia untuk periode 1–10 September 2026 anjlok antara 11,7 persen hingga 17,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan Agustus. Lemahnya permintaan luar negeri ini mencerminkan sikap hati-hati para importir global terhadap tingginya harga kelapa sawit belakangan ini.

Sebagai komoditas yang bersaing ketat di pasar minyak nabati global, CPO turut terseret oleh pelemahan harga minyak pesaingnya. Kontrak minyak kedelai paling aktif di bursa Dalian terpangkas 0,64 persen dan kontrak minyak sawit olahannya merosot 1,37 persen, sementara harga minyak kedelai di bursa Chicago Board of Trade ikut melemah 0,55 persen. Di sisi lain, penguatan nilai tukar ringgit Malaysia sekitar 0,17 persen terhadap dolar Amerika Serikat turut menahan laju pembelian ekspor, karena membuat harga komoditas menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli internasional yang bertransaksi menggunakan mata uang asing.

Meski demikian, kejatuhan harga CPO tertahan dari koreksi yang lebih dalam berkat lonjakan tajam pada harga minyak mentah dunia. Harga minyak acuan Brent meroket melampaui US$100 per barel akibat eskalasi konflik maritim dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan harga minyak mentah tersebut secara otomatis mengerek daya tarik kelapa sawit sebagai bahan baku yang lebih ekonomis untuk campuran biodiesel, sehingga membantu meredam pelemahan harga CPO pada perdagangan hari ini.