(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro bergerak lemah hari Jumat terpicu meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pekan depan, menyusul data inflasi inti AS yang lebih tinggi dari perkiraan.
Pasangan mata uang EUR/USD bergerak turun 0,03% pada 1.1608.
Laporan Inflasi AS hari ini mendorong probabilitas pasar akan kenaikan suku bunga FOMC pekan depan menjadi 88%, naik dari 75% pada hari Kamis.
Di Eropa, ECB menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Kamis, sembari memperingatkan bahwa inflasi kemungkinan akan tetap jauh di atas target 2% untuk jangka waktu yang cukup lama.
Presiden ECB Christine Lagarde menyebut keputusan tersebut sebagai langkah yang sudah jelas (tidak perlu diperdebatkan lagi) dan memperingatkan bahwa kembalinya inflasi ke tingkat target—yang saat ini diproyeksikan terjadi pada akhir tahun 2027—bisa saja tertunda lebih jauh.
Mengingat prospek inflasi yang memburuk secara tajam, pengetatan kebijakan lebih lanjut kini dipandang semakin mungkin terjadi menurut sumber-sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, dengan potensi kenaikan suku bunga berikutnya paling cepat pada bulan Oktober.
Pasar uang telah memperhitungkan adanya tiga kenaikan suku bunga ECB tambahan hingga Maret tahun depan, diikuti oleh kenaikan keempat pada bulan Juni.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun terpicu peningkatan prospek kenaikan suku bunga Fed bulan September. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1579-1.1551. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1627-1.1647.








