Dolar AS Akhir Pekan Ditutup Turun Terbebani Pelemahan Data Ekonomi dan Penurunan Harga Minyak

64

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS turun dari level tertinggi dalam 7 minggu dan berakhir turun pada akhir pekan hari Jumat, 18 September 2026, terbebani pelemahan data ekonomi dan penurunan harga minyak.

Indeks dolar AS berakhir turun tipis 0,03% pada 100,22.

Dolar AS turun akibat data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan, yang menunjukkan bahwa produksi manufaktur dan indikator utama bulan Agustus secara tak terduga mengalami penurunan.

Produksi manufaktur AS bulan Agustus secara tak terduga turun -0,3% secara bulanan (*m/m*); angka ini lebih lemah dari perkiraan kenaikan +0,3% dan merupakan penurunan terbesar dalam 10 bulan terakhir.

Indikator utama AS bulan Agustus secara tak terduga turun -0,1%; angka ini lebih lemah dari perkiraan kenaikan +0,1% dan merupakan penurunan pertama dalam 5 bulan terakhir.

Selain itu, penurunan harga minyak mentah WTI sebesar -1% pada hari Jumat meredakan ekspektasi inflasi dan berpotensi mendorong The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Awalnya, dolar sempat menguat pada hari Jumat akibat pelemahan yen, yang sempat menyentuh level terendah dalam 2 minggu pada hari itu.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS pada hari Jumat juga turut menopang dolar.

Dolar juga mendapat dukungan lanjutan dari hari Rabu, saat FOMC menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) dan mengisyaratkan kenaikan suku bunga lanjutan sebelum akhir tahun.

Pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 55% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar +25 bp pada pertemuan FOMC berikutnya, tanggal 27-28 Oktober.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun jika pelemahan harga minyak berlanjut. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 100,07-99,91. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 100,47-100,71.