(Vibiznews – Forex) Mata uang Yen ditutup turun pada akhir pekan hari Jumat, 18 September 2026, setelah BOJ menaikkan suku bunga.
Pasangan mata uang USD/JPY diitutup naik 0,58% pada 156,88.
Yen jatuh ke level terendah dalam dua minggu terhadap dolar pada hari Jumat, meskipun BOJ menaikkan suku bunga sebesar 25 bp, karena dua anggota BOJ menyatakan perbedaan pendapat dan menginginkan agar suku bunga tidak diubah, yang mengindikasikan penolakan terhadap kebijakan pengetatan BOJ.
Sesuai perkiraan, BOJ menaikkan suku bunga sebesar 25 bp menjadi 1,25% dari sebelumnya 1,00% melalui pemungutan suara dengan hasil 7 lawan 2.
Selain itu, laporan inflasi nasional Jepang bulan Agustus yang lebih lemah dari perkiraan memberikan sentimen dovish bagi kebijakan BOJ dan menekan nilai tukar yen.
IHK nasional Jepang bulan Agustus naik +1,9% y/y, tidak berubah dari bulan Juli dan lebih rendah dari ekspektasi sebesar +2,0% y/y. IHK nasional bulan Agustus di luar komponen makanan segar dan energi juga naik +1,9% y/y, tidak berubah dari bulan Juli dan lebih rendah dari ekspektasi sebesar +2,0% y/y.
Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS pada hari Jumat juga turut membebani yen.
Namun, penurunan Yen dibatasi setelah harga minyak mentah turun lebih dari -1%; penurunan harga minyak merupakan faktor positif bagi ekonomi Jepang dan mata uang yen, mengingat Jepang mengimpor lebih dari 90% kebutuhan energinya.
Pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 18% bagi Bank of Japan (BOJ) untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) pada pertemuan kebijakan berikutnya tanggal 30 Oktober.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Yen dapat turun dengan keputusan BOJ menaikkan suku bunga. Namun bisa bergerak naik jika penurunan harga minyak berlanjut. Pasangan mata uang USD/JPY diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 157,99-159,11. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 155,82-154,77.








