Harga Perak Akhir Pekan Berakhir Menguat Terdukung Sentimen Bullish

66

(Vibiznews – Commodity) Harga perak ditutup naik pada akhir pekan hari Jumat, 18 September 2026, terdorong sentimen bullish yaitu permintaan yang kuat, juga pelemahan dolar AS dan harga minyak.

Harga perak spot ditutup naik 1,55% pada $66,24.

Harga perak berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup naik 1,59% pada $67,14.

Harga perak mendapat dukungan pada hari Jumat berkat adanya tanda-tanda permintaan logam industri yang lebih kuat di Eropa, menyusul pernyataan Presiden ECB Christine Lagarde bahwa pertumbuhan ekonomi di Zona Euro sedikit lebih menjanjikan daripada perkiraan sebelumnya.

Harga perak juga naik setelah indeks dolar turun dari level tertinggi tujuh minggu dan bergerak melemah.

Selain itu, penurunan harga minyak mentah sebesar 1% pada hari Jumat meredakan ekspektasi inflasi dan berpotensi mendorong bank-bank sentral dunia untuk melonggarkan kebijakan moneter mereka, sebuah faktor yang menguntungkan bagi logam mulia.

Harga perak juga mendapat dukungan pada hari Jumat berkat adanya tanda-tanda permintaan logam industri yang lebih kuat di Eropa, menyusul pernyataan Presiden ECB Christine Lagarde bahwa pertumbuhan ekonomi di Zona Euro sedikit lebih menjanjikan daripada perkiraan sebelumnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak naik jika dolar AS dan harga minyak berlanjut melemah.

Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $67,30-$68,37. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $65,20-$64,17.

Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $68,12-$69,09. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $65,96-$64,77.