Harga Minyak Mentah Akhir Pekan Berakhir Merosot Seiring Meredanya Kekhawatiran Gangguan Pasokan

63

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir turun pada akhir pekan hari Jumat, 18 September 2026, terpicu meredanya kekhawatiran gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS berakhir turun 1,58% pada $100,30 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir turun 1,56% pada $103,19 per barel.

Pasar memperkirakan bahwa penutupan jalur pipa utama Arab Saudi akan berdampak lebih kecil terhadap pasokan dibandingkan kekhawatiran awal.

Citra satelit menunjukkan bahwa Arab Saudi telah menyalurkan 2,8 juta barel per hari (bpd) melalui Selat Hormuz dalam enam hari terakhir, dibandingkan dengan hanya 700.000 bpd pada bulan Agustus.

Arab Saudi dilaporkan telah menjual hingga 60 juta barel minyak mentah dari pelabuhan Ras Tanura di Teluk Persia—untuk pengapalan bulan September dan Oktober ke luar selat—melalui metode transfer antar-kapal.

Laporan bahwa Aramco berencana memulihkan separuh dari kapasitas aliran harian jalur pipa tersebut juga meredakan kekhawatiran mengenai pasokan.

Meski demikian, hanya empat kapal komoditas yang terdeteksi melintasi Selat Hormuz pada hari Kamis.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak turun dengan meredanya kekhawatiran gangguan pasokan.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $98,50-$96,70. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $102,79-$105,28.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $101,74-$100,29. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $104,82-$106,45.