Rekomendasi Harga Emas 25 September 2026 : Terbebani Kekuatan Dolar AS

67

(Vibiznews – Commodity) Harga emas ditutup lebih rendah pada hari Kamis, tertekan penguatan dolar AS.

Harga emas spot berakhir turun 0,31% pada $4.274,14 per ons.

Harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 berakhir turun 0,47% pada $4.298 per ons.

Indeks dolar naik ke level tertinggi dalam 1,75 bulan pada hari Kamis memberikan tekanan pada harga logam mulia.
Kenaikan imbal hasil obligasi global juga turut menekan harga logam mulia pada hari Kamis.

Selain itu, komentar bernada hawkish dari pejabat bank sentral memberikan sentimen negatif bagi logam mulia; Presiden The Fed New York John Williams dan Presiden The Fed Philadelphia Anna Paulson mengisyaratkan dukungan terhadap kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed, sementara anggota Dewan Eksekutif ECB Isabel Schnabel menyatakan bahwa guncangan energi mulai meluas melampaui harga minyak.

Juga lonjakan harga minyak mentah sebesar 2% pada hari Kamis meningkatkan ekspektasi inflasi dan berpotensi mendorong bank-bank sentral dunia untuk memperketat kebijakan moneter mereka—sebuah faktor yang menekan harga logam mulia.

Malam nanti akan dirilis data Durable Goods Orders Agustus AS yang diindikasikan menurun.

Juga akan dirilis data Michigan Consumer Sentiment Final September AS yang diindikasikan menurun.

Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Schmid.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun tertekan penguatan dolar AS. Namun jika data ekonomi AS terealisir turun dan menekan dolar AS, akan menguatkan harga emas.

Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.245-$4.216. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.303-$4.332.

Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.271-$4.244. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.331-$4.365.