(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah bergerak turun pada hari Jumat, 25 September 2026, terpicu laporan bahwa AS dan Iran sedang mempertimbangkan kesepakatan bertahap yang dapat membuka kembali Selat Hormuz dan mencabut blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS bergerak merosot 2% pada $92,72 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent bergerak merosot 1,20% pada $105,32 per barel.
Upaya pembicaraan dilaporkan sedang berlangsung di sela-sela Sidang Umum PBB, dengan pejabat Qatar bertindak sebagai penengah dalam perundingan tersebut.
Iran tetap bersikeras untuk mempertahankan kendali atas Selat Hormuz dan tidak akan menerima kesepakatan apa pun kecuali AS melonggarkan tekanan militer serta mencabut blokadenya.
Sementara itu, seorang pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Donald Trump tetap terbuka untuk berunding dengan Iran, namun menegaskan bahwa AS tidak terlalu mendesak untuk bernegosiasi mengingat posisi kuatnya pasca-kampanye sanksi dan blokade.
Di sisi lain, ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman meluncurkan rudal ke arah kota-kota di Arab Saudi, termasuk Yanbu dan Taif.
Meskipun sempat mencatat kenaikan baru-baru ini, harga acuan minyak AS diperkirakan akan turun sekitar 2% sepanjang minggu ini.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak turun seiring pembicaraan AS-Iran untuk membuka akses Selat Hormuz.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $91,59-$90,46. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $94,30-$95,88.
Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $104,35-$103,38. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $106,34-$107,36.








