Rekomendasi Harga Minyak 28 September 2026 : Dapat Naik Terpicu Lanjutan Ketegangan AS-Iran

119

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir turun tajam pada akhir pekan hari Jumat di tengah harapan bahwa negosiasi antara AS dan Iran akan menghasilkan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS bergerak merosot 2,33% pada $92,41 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent bergerak merosot 2,77% pada $97,44 per barel.

Penurunan harga minyak mentah semakin tajam pada hari Jumat setelah *crude crack spread* (selisih harga antara minyak mentah dan produk olahannya) jatuh ke level terendah dalam empat minggu, sehingga mengurangi minat kilang untuk membeli minyak mentah dan mengolahnya menjadi bensin serta distilat.

Harga minyak mentah merosot pada hari Jumat saat negosiator AS dan Iran menjajaki kesepakatan bertahap yang akan membuat Iran membuka kembali Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah mengajukan proposal baru berdurasi tujuh hari kepada AS untuk membuka kembali Selat Hormuz jika syarat-syarat tertentu dipenuhi.

Pasokan minyak mentah yang keluar dari Timur Tengah semakin meningkat, yang menjadi faktor penekan harga. Data yang dihimpun Bloomberg dari satelit Copernicus milik Uni Eropa menunjukkan bahwa kapal-kapal supertanker dengan kapasitas angkut total 12 juta barel minyak mentah berada di fasilitas ekspor Arab Saudi di Teluk Persia pada hari Selasa.

Namun ketegangan AS-Iran yang kembali berlanjut di akhir pekan, dapat meningkatkan harga minyak.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada hari Minggu menyatakan bahwa negaranya siap menghadapi perang melawan AS, namun ia tetap membuka pintu bagi diplomasi untuk perdamaian.

Pada hari Jumat, Araghchi telah mengusulkan pembukaan kembali selat tersebut dan dimulainya kembali perundingan nuklir dengan AS dalam waktu tujuh hari, dengan syarat pemerintahan Trump menerima ketentuan yang diajukan Iran.

Presiden Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa Iran telah mengajukan usulan namun ia menolaknya, dengan alasan bahwa Teheran menginginkan pembukaan kembali selat tersebut secara segera karena posisi mereka sedang melemah.

Selain menolak kesepakatan itu, Trump menyatakan rencananya untuk kembali membom Teheran setelah pemilihan umum paruh waktu AS pada bulan November.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik dengan penolakan Trump terhadap usulan Iran yang kembali meningkatkan ketegangan AS-Iran.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $94,27-$96,13. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $91,03-$89,65.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $98,93-$99,34. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $98,27-$98,02.