(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah melonjak pada hari Senin, 28 September 2026, setelah Presiden AS Donald Trump menolak usulan terbaru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang memicu kekhawatiran bahwa pemulihan arus minyak dapat kembali tertunda.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS bergerak melonjak 4,10% pada $96,20 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent bergerak melonjak 3,73% pada $101,07 per barel.
Merespon penolakan tersebut, Iran menyatakan tidak akan melunakkan syarat-syaratnya untuk membuka kembali Selat Hormuz, sehingga meningkatkan ketidakpastian kapan lalu lintas di jalur pengiriman minyak vital tersebut akan kembali normal.
Usulan Iran tersebut memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari sembari negosiasi yang lebih luas dilanjutkan, dengan syarat Washington mencabut blokade angkatan laut, melonggarkan tekanan militer, menghapus sanksi atas penjualan minyak Iran, dan menyetujui gencatan senjata.
Iran menyatakan tetap berkomitmen pada syarat-syarat tersebut meskipun Trump menolaknya.
Trump juga menyatakan bahwa Teheran telah bertindak terlalu jauh dan memperkirakan negosiasi akan dilanjutkan pekan ini.
Di wilayah lain Timur Tengah, ketegangan tetap tinggi setelah Arab Saudi mencegat drone Houthi yang mengarah ke Riyadh, serta sebuah rudal yang menargetkan Khamis Mushait di wilayah selatan.
Peringatan juga dikeluarkan di Abha dan Jazan, lokasi fasilitas energi milik Aramco beroperasi.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik dengan meningkatnya ketidakpastian pembukaan Selat Hormuz akibat ketegangan AS-Iran yang terus berlanjut.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $97,53-$98,87. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $93,77-$91,35.
Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $102,30-$103,50. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $98,77-$96,44.








