(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Rabu sore ini (30/9), terpantau berbalik melemah 50,562 poin (0,83%) ke level 6.071,138 setelah dibuka turun ke level 6.118.048.
IHSG bergerak fluktuatif dan merosot kembali ke level 13 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat di tengah menurunnya harga minyak mentah dunia dan yields obligasi AS yang masih tinggi, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir kembali terkoreksi secara terbatas.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melompat 0,58% atau 105 poin ke level Rp 17.860, dengan dollar AS di pasar uang Eropa turun setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya, bertengger sekitar 9 minggu tertingginya di antara bertahan tingginya yields U.S. Treasury dan harga minyak yang volatile.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.965, serta terpantau bangkit dari 2 bulan terendahnya mendekati seminggu tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah 3,652 poin (0,06%) ke level 6.118.048. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,861 poin (0,47%) ke level 606,838. Siang ini menguat 9,186 poin (0,15%) ke level 6.130,886. Sementara LQ45 terlihat turun 1,743 poin (0,29%) poin ke level 607,956.
IHSG kemudian tergelincir ke zona merah dan ditutup melemah 50,562 poin (0,83%) ke level 6.071,138. Sementara LQ45 terlihat turun 1,40% atau 8,519 poin ke level 601,180. Tercatat saat ini 308 saham naik, 360 saham turun dan 125 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 1,94%, dan Hang Seng yang naik 0,37%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini gagal rebound dan kembali ke 13 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat di tengah menurunnya harga minyak mentah dunia, serta mencermati Wall Street yang berakhir terkoreksi terbatas.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan berupaya bangkit sementara lagi karena di oversold area, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.380 dan 6.521. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,002 dan bila tembus ke level 5,839.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group






