Rekomendasi Harga Gula 2 Oktober 2026

81

(Vibiznews – Commodity) Harga gula mentah di bursa komoditi berjangka internasional New York, berakhir naik pada hari Kamis, 1 Oktober 2026.

Harga gula berjangka kontrak Maret 2027 ditutup naik 0,33 sen atau 1,77% menjadi 18,94 sen per pon, level penutupan tertinggi dalam lebih dari dua pekan. Kontrak Maret 2027 kini menjadi kontrak teraktif setelah kontrak Oktober 2026 berakhir pada Rabu. Sepanjang sesi, harga bergerak di kisaran 18,55 hingga 19,05 sen per pon.

Faktor utama yang mendorong harga adalah tanda-tanda permintaan fisik yang lebih baik dari perkiraan. Covrig Analytics memperkirakan sekitar 1,45 juta metrik ton gula akan diserahkan untuk menyelesaikan kontrak Oktober, turun dari estimasi sebelumnya 1,80 juta metrik ton, yang dibaca pelaku pasar sebagai sinyal serapan fisik yang lebih kuat. Meski demikian, penguatan masih terbatas. Komentar pasar menyebutkan dorongan beli spekulatif sempat menembus 19,00, namun tertahan aksi jual produsen di level atas dan diikuti aksi ambil untung, sementara dana besar masih menahan diri dan hanya mempertahankan posisi inti yang dibangun beberapa pekan lalu.

Di sisi fundamental, prospek defisit pasokan global masih menopang harga. Organisasi Gula Internasional (ISO) memproyeksikan defisit gula global musim 2026/27 sebesar 200 ribu metrik ton, setelah surplus 1,1 juta metrik ton pada musim 2025/26. Kekhawatiran bahwa fenomena El Nino yang kuat dapat mengurangi curah hujan di Brasil, India, dan Thailand, tiga produsen gula terbesar dunia, juga masih menjadi sentimen positif. Di sisi lain, USDA memperkirakan stok akhir gula global 2026/27 naik 2,0% secara tahunan menjadi 44,41 juta metrik ton, sehingga ruang penguatan harga relatif terbatas.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula mentah berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas, seiring membaiknya sinyal permintaan fisik dan dukungan prospek defisit pasokan, namun tertahan oleh minimnya partisipasi dana besar dan aksi ambil untung di dekat level tertinggi dua pekan. Harga gula mentah diperkirakan akan bergerak menguji kisaran resistance terdekat di 19,14 hingga 19,35. Namun, apabila aksi jual produsen dan profit taking kembali menekan pasar, pergerakan harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran support 18,64 hingga 18,35.