Rekomendasi Harga Kopi Arabika 7 Oktober 2026

105

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika melonjak tajam pada perdagangan hari Selasa, 6 Oktober 2026, dan memperpanjang reli ke sesi ketiga berturut-turut. Kenaikan ini didorong penguatan real Brasil serta kekhawatiran dampak El Niño terhadap panen Brasil.

Harga kopi arabika berjangka kontrak Desember 2026 ditutup naik 11,90 poin atau 4,07% ke kisaran $304,45 per pon, level tertinggi dalam 3,5 pekan.

Real Brasil menjadi pendorong utama setelah mata uang tersebut naik ke level tertinggi dalam 4,75 bulan terhadap dolar AS. Real yang kuat mengurangi minat produsen kopi Brasil untuk menjual ke pasar ekspor.

Dari sisi cuaca, kekhawatiran terhadap El Niño menopang harga. Coffee trader Commercial menyatakan El Niño dapat menunda datangnya hujan di Brasil pada September dan Oktober, periode normal pembungaan, sehingga berisiko menekan panen musim 2026/27. US Climate Prediction Center sebelumnya menyatakan El Niño yang muncul tahun ini kemungkinan menjadi salah satu yang terkuat dalam lebih dari 75 tahun.

Namun, kondisi tanam di Brasil masih cenderung menguntungkan. Somar Meteorologia melaporkan curah hujan di Minas Gerais mencapai 33,3 mm atau 104% dari rata-rata historis pada pekan yang berakhir 4 Oktober.

Prospek pasokan global tetap menjadi faktor pembatas kenaikan harga. International Coffee Organization (ICO) memproyeksikan surplus 3 juta karung pada musim 2025/26, surplus pertama dalam lima tahun. Conab menaikkan estimasi produksi kopi Brasil 2026 menjadi 67,6 juta karung, dengan produksi arabika naik 34,8% secara tahunan menjadi 48,21 juta karung. Ekspor kopi Brasil bulan Agustus juga naik 31% secara tahunan ke rekor 4,155 juta karung. Sementara itu, ekspor kopi Vietnam bulan September naik 53% secara tahunan menjadi 124.000 ton.

Stok arabika bersertifikat ICE sempat jatuh ke level terendah dalam 27 tahun di 217.646 karung pada 15 September, namun rebound ke level tertinggi dalam 2 bulan di 260.654 karung pekan lalu. Posisi stok yang masih tipis tetap menjadi penopang harga bila terjadi gangguan pasokan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga kopi arabika masih berpeluang melanjutkan penguatan seiring momentum beli dan real Brasil yang kuat. Namun, setelah lonjakan lebih dari 4% dalam sehari dan akumulasi kenaikan tiga sesi, risiko aksi ambil untung (profit-taking) meningkat, ditambah prospek surplus pasokan global, sehingga volatilitas harga diperkirakan tinggi. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menguji area Resistance di kisaran 310,10 hingga 315,75. Namun apabila muncul aksi ambil untung atau real Brasil berbalik melemah, harga berpeluang terkoreksi menuju area Support di 295,15 hingga 285,85.