(Vibiznews-Forex) – Pelemahan aussie dolar dalam pair AUDUSD masih berlanjut pada perdagangan sesi Asia hari Kamis (8/10/2026) seiring menguatnya dolar AS merespon rilis risalah rapat Federal Reserve yang bernada hawkish.
Risalah tersebut menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan memandang inflasi sebagai risiko terbesar bagi prospek ekonomi; beberapa peserta rapat menilai kenaikan suku bunga lanjutan sebagai langkah yang tepat, sementara yang lain menganggap kebijakan saat ini hanya bersifat membatasi secara moderat.
Kendati demikian, pasar tetap skeptis terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Oktober, dengan hanya memperhitungkan probabilitas sebesar 19% untuk kenaikan sebesar seperempat poin persentase.
Di Australia, pasar juga hanya memperhitungkan peluang sebesar 25% bagi RBA untuk kembali menaikkan suku bunga pada bulan November, menyusul kenaikan menjadi 4,60% pekan lalu.
Fokus pasar akan tertuju pada risalah rapat bank sentral RBA tanggal 13 Oktober serta data ketenagakerjaan bulan September yang akan dirilis pekan depan; tingkat pengangguran akan dicermati secara ketat setelah sempat melonjak ke level tertinggi dalam lima tahun sebesar 4,6% pada bulan Agustus.
Angka yang stabil atau lebih tinggi dapat mengurangi ekspektasi mengenai pengetatan kebijakan lebih lanjut, sementara laporan IHK (CPI) untuk kuartal yang berakhir pada bulan September yang akan dirilis akhir bulan ini menjadi faktor krusial, mengingat inflasi inti diperkirakan akan tetap berada di level tinggi.
Secara teknikal pair AUDUSD dalam bias bearish dan dapat meluncur ke bawah gairs pivot hariannya.
Kini pair berada di 0.6954 yang turun menuju posisi S1 di 0.6950. Jika tembus, target penurunan berikutnya menuju S2.
Namun jika tidak lanjut menyentuh posisi 0.6950, pair akan berbalik arah dan mendaki kembali ke posisi 0.6970 sebelum menguji posisi resisten kuat di 0.6995.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,7025 | 0,7004 | 0,6985 | 0,6963 | 0,6942 | 0,6921 | 0,6900 |








