(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis siang ini (8/10), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, menambah sedikit loss sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia menanjak setelah menguat di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah terbatas 0,04% atau 7 poin ke level Rp 17.885 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.878. Rupiah terpantau dekat dengan posisi 2 minggu tertingginya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.875 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.885, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp17.885.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia melandai setelah menguat di sesi global sebelumnya, rally di 1,5 tahun tertingginya setelah rilis minutes the Fed yang bersikap hawkish.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini flat ke 102,24, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 102,25.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi pertama terpantau melemah 49,320 poin (0,80%) ke level 6.097,404, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya bias melemah oleh rilis minutes the Fed yang mengindikasikan kenaikan suku bunga dan memanasnya geopolitik Timur Tengah, serta mencermati Wall Street yang berakhir dalam koreksi oleh naiknya yields U.S. Treasury.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia bergerak mendatar. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp18.000 – Rp17.795.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting







