(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (8/10), terpantau melemah 49,320 poin (0,80%) ke level 6.097,404 setelah dibuka naik ke level 6.154.971.
IHSG bergerak di dua zona dan terkoreksi di hari keduanya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah oleh rilis minutes the Fed yang mengindikasikan kenaikan suku bunga lagi dan memanasnya geopolitik Timur Tengah lagi, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam koreksi oleh naiknya yields U.S. Treasury.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah terbatas 0,04% atau 7 poin ke level Rp 17.885, dengan dollar AS di pasar uang Asia melandai setelah menguat di sesi global sebelumnya, rally di 1,5 tahun tertingginya setelah rilis minutes the Fed yang bersikap hawkish.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.878, serta terpantau dekat dengan posisi 2 minggu tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 8,247 poin (0,13%) ke level 6.154.971. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,042 poin (0,17%) ke level 606,763. Siang ini IHSG melemah 49,320 poin (0,80%) ke level 6.097,404. Sementara LQ45 terlihat turun 4,648 poin (0,77%) poin ke level 601,073.
Tercatat saat ini 200 saham naik, 440 saham turun dan 142 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 0,87%, dan Hang Seng yang turun 0,69%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi di hari keduanya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah oleh rilis minutes the Fed yang mengindikasikan kenaikan suku bunga dan memanasnya geopolitik Timur Tengah, serta mencermati Wall Street yang berakhir dalam koreksi oleh naiknya yields U.S. Treasury.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan tertahan di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.228 dan 6.380. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,898 dan bila tembus ke level 5,839.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group






