Rekomendasi Harga Gula 12 Oktober 2026

110

(Vibiznews – Commodity) Harga gula mentah di bursa komoditi berjangka internasional New York, berakhir naik tipis pada akhir pekan hari Jumat, 9 Oktober 2026.

Harga gula berjangka kontrak Maret 2027 ditutup naik 0,10 sen atau 0,50% pada 20,25 sen per pon, setelah sehari sebelumnya anjlok 3,26%. Dengan penutupan ini, harga masih berada di atas 20 sen dan naik sekitar 6,9% sepanjang pekan dibandingkan penutupan akhir September di 18,94 sen.

Faktor utama yang membuat harga bergerak terbatas adalah perdagangan yang sepi menjelang akhir pekan. Aksi ambil untung dana besar yang menekan pasar pada Kamis mereda, sementara sebagian pelaku pasar masih mempertahankan posisi beli sehingga harga mampu bertahan di zona positif.

Real Brasil yang menguat ke kisaran 4,99 per dolar AS, dari 5,02 sehari sebelumnya, turut mengurangi minat produsen Brasil untuk melakukan penjualan ekspor.
Hujan yang berlanjut di wilayah Center-South Brasil juga masih memperlambat panen dan mengganggu penggilingan tebu.

Di sisi fundamental, prospek defisit pasokan global masih menopang harga. Organisasi Gula Internasional (ISO) pada 1 September memperkirakan produksi gula global musim 2026/27 turun 1 persen secara tahunan menjadi 180,1 juta metrik ton, dengan defisit sebesar 200 ribu metrik ton, berbanding surplus 1,1 juta metrik ton pada musim 2025/26. Thai Sugar Millers Corp memproyeksikan produksi gula Thailand berpotensi anjlok 17 persen secara tahunan menjadi 10 juta metrik ton, sementara Departemen Pertanian AS memangkas estimasi produksi India menjadi 29,5 juta metrik ton dari 33,6 juta metrik ton akibat cuaca buruk. Kekhawatiran terhadap El Nino yang diperkirakan menjadi salah satu yang terkuat dalam lebih dari 75 tahun juga masih membayangi Brasil, India, dan Thailand.

Penurunan harga minyak mentah hari ini juga berpotensi menekan harga gula, karena mengurangi daya tarik etanol dan mendorong pabrik di Brasil mengalihkan lebih banyak tebu ke produksi gula.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula mentah berpotensi masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas, seiring dukungan defisit pasokan dan gangguan panen di Brasil, namun tertahan oleh risiko aksi profit taking dana besar setelah reli tajam dalam dua pekan terakhir. Harga gula mentah diperkirakan akan bergerak menguji kisaran resistance terdekat di 20,43 hingga 20,61. Namun, apabila aksi ambil untung kembali menekan pasar, dan harga minyak lanjut menurun, pergerakan harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran support 20,08 hingga 19,91.