(Vibiznews – Index) – Bursa Korea Selatan alami kerugian harian terbesar sejak pertengahan bulan Agustus pada penutupan perdagangan hari Senin (12/10/2026) oleh kekhawatiran inflasi dan tingginya harga minyak mentah dunia.
Indeks harian Kospi memperpanjang tren penurunan selama empat sesi berturut-turut hingga turun ke posisi terendah dalam 2 bulan akibat aksi jual investor asing besar-besaran.
Harga minyak naik di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menyusul serangan baru kelompok Houthi terhadap bandara utama Arab Saudi selama akhir pekan.
Indeks harian Kospi turun 3,65% dan ditutup pada level 6.384, demikian untuk indeks Kospi 200 berjangka bulan Desember 2026 ditutup anjlok 3,82% ke posisi 1008,25.
Saham SK hynix dan Samsung Electronics masing-masing anjlok 3,87% dan 3,82% seiring berlanjutnya aksi jual besar-besaran oleh investor asing. Investor asing mencatatkan penjualan bersih senilai 2,02 triliun won.
Saham-saham besar lain yang menekan Kospi seperti SK Square (-6,00%), Doosan Enerbility (-8,46%), Hanwha Aerospace (-3,37%), HD Hyundai Heavy Industries (-5,34%), LG Electronics (-7,73%), dan LS Electric (-5,83%).








