(Vibiznews – Index) – Bursa saham Korea Selatan kembali alami kerugian besar dengan penurunan harian terbesar sejak akhir bulan Juli pada penutupan perdagangan hari Selasa (13/10/2026).
Indeks harian Kospi anjlok 5% lebih ke posisi terendah dalam 2 bulan lebih atau 10 pekan akibat meningkatnya kekhawatiran mengenai valuasi terkait AI dan persaingan dari Tiongkok yang memicu aksi jual besar-besaran pada saham sektor semikonduktor.
Indeks harian Kospi memperpanjang tren penurunan selama empat sesi berturut-turut hingga turun ke posisi terendah dalam 2 bulan akibat aksi jual investor asing besar-besaran.
Kekhawatiran tersebut memicu aksi jual besar-besaran saham sektor teknologi oleh investor asing dengan net sell sebesar 4,51 triliun won.
Dua raksasa semikonduktor Korea Selatan menjadi beban Kospi pada perdagangan hari ini seperti SK Hynix anjlok 10,09% dan saham Samsung Electronics merosot 7,19%.
Aksi penjualan masif ini dipicu oleh laporan kemajuan teknologi terbaru dari pesaing asal Tiongkok, ChangXin Memory Technologies (CXMT), yang memicu kekhawatiran pangsa pasarnya.
Selain itu, sentimen pasar kian diperberat oleh keraguan para pelaku pasar mengenai keinginan mereka belanja modal di sektor AI global.
Indeks harian Kospi anjlok 5,46% dan ditutup pada level 6.035, demikian untuk indeks Kospi 200 berjangka bulan Desember 2026 ditutup anjlok 6,29% ke posisi 944,80.
Saham-saham lain yang juga melemahkan Kospi antara lain SK Square (-13,01%), Samsung Electro-Mechanics (-8,41%), Hyundai Motor (-1,56%), Doosan Enerbility (-1,82%), Hanwha Aerospace (-2,55%), dan LG Electronics (-3,79%).








