(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa sore ini (13/10), terpantau melemah terbatas 10,171 poin (0,17%) ke level 5.925,976 setelah dibuka turun ke level 5.914.984.
IHSG bergerak terkoreksi di hari kedua ke level 13,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias melemah dipimpin saham sektor teknologi di antara fluktuasi harga minyak mentah dunia mengikuti tensi geopolitik Timur Tengah dan concern pasar atas tekanan inflasi global, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam variatif.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat tipis 0,01% atau 2 poin ke level Rp 17.892, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menurun setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya, terkoreksi dari sekitar 1,5 tahun tertingginya karena sempat didongkrak tensi panas geopolitik Timur Tengah dan Ukraina – Russia.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.894, serta terpantau agak flat dekat posisi seminggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah 21,163 poin (0,36%) ke level 5.914.984. Sedangkan indeks LQ45 turun 1,805 poin (0,31%) ke level 589,099. Siang ini IHSG melemah 24,684 poin (0,42%) ke level 5.911,463. Sementara LQ45 terlihat turun 2,851 poin (0,48%) poin ke level 588,053.
IHSG kemudian mengurangi loss-nya dan ditutup melemah terbatas 10,171 poin (0,17%) ke level 5.925,976. Sementara LQ45 terlihat naik 0,29% atau 1,713 poin ke level 589,191. Tercatat saat ini 336 saham naik, 290 saham turun dan 168 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 1,82%, dan Hang Seng yang turun 0,30%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertahan sekitar 13,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias melemah dipimpin sektor teknologi di antara fluktuasi harga minyak dunia mengikuti tensi geopolitik Timur Tengah dan Ukraina, serta mencermati Wall Street yang semalam variatif.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan berupaya meninggalkan oversold, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.216 dan 6.380. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,828 dan bila tembus ke level 5,744.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group






