Rekomendasi Harga Minyak 21 Oktober 2026 : Mencermati Pembicaraan AS-Iran dan Rilis Pasokan AS

117

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah ditutup turun pada hari Selasa, 20 Oktober 2026, terpicu harapan kemajuan diplomatik antara AS dan Iran. Penurunan terjadi dari level tertinggi lima bulan, meski serangan terhadap kapal tanker dan fasilitas minyak Arab Saudi masih berlanjut.

Harga minyak mentah berjangka WTI kontrak November, yang berakhir pada hari Selasa, ditutup turun 1,8% pada $101,79 per barel, jauh di bawah level tertinggi sesi $110,48. Kontrak Desember WTI, yang kini menjadi acuan aktif, ditutup turun 0,73% ke $97,82 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent kontrak Desember ditutup turun 0,69% pada $108,79 per barel, jauh di bawah level tertinggi sesi $111,99.

Brent sempat menyentuh level tertinggi sejak Mei sebelum berbalik turun. Harga turun setelah muncul laporan yang belum terkonfirmasi bahwa Qatar dan Pakistan mengajukan proposal baru untuk menghidupkan kembali negosiasi mengakhiri perang Iran.

Di awal sesi, Houthi mengklaim serangan terhadap ladang minyak Shaybah dan fasilitas Aramco di Yanbu, dengan Brent menyentuh $111,75. Laporan menyebut sedikitnya 18 serangan terhadap kapal dalam dua minggu terakhir.

Pergerakan WTI dipengaruhi berakhirnya kontrak November. Kontrak November sempat naik hingga 5,7% sebelum kontrak berakhir, yang dinilai sebagai lonjakan akibat penutupan posisi jual.

Pasar kini menanti data persediaan minyak mingguan EIA hari ini, yang diperkirakan menunjukkan penurunan stok.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak berpotensi bergerak volatil dan tertahan di area tinggi. Harapan diplomasi AS-Iran menahan kenaikan, tetapi serangan Houthi terhadap infrastruktur Saudi dan kapal tanker di Hormuz masih menopang harga. Jika proposal Qatar-Pakistan dikonfirmasi, harga bisa terkoreksi lebih dalam, sedangkan kegagalan diplomasi atau penarikan stok AS yang besar bisa kembali mengangkat harga.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS (kontrak Desember) diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $94,92-$92,03. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $101,04-$104,27.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $105,83-$102,87. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $111,87-$114,95.