(Vibiznews – Forex) Pasangan mata uang EUR/USD berakhir turun tipis pada hari Rabu, 21 Oktober 2026, tertekan kekhawatiran fiskal Prancis dan data sentimen ekonomi Jerman yang lemah.
Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun 0,04% pada 1.1234.
Pelemahan tipis mata uang Euro dipicu naiknya imbal hasil obligasi pemerintah Prancis tenor 10 tahun yang menyentuh 5%, di tengah kerusuhan sosial dan pembahasan anggaran 2027 di parlemen Prancis.
Indeks sentimen ekonomi ZEW zona Euro juga turun ke 18,5 dari 25,8 pada bulan sebelumnya, di bawah perkiraan 24,2.
Namun penurunan Euro dibatasi oleh dolar AS yang bergerak datar di sekitar 101,7 pada indeks dolar AS, tertahan oleh turunnya imbal hasil obligasi AS.
Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan, meski peluang kenaikan pada bulan Desember masih membatasi pelemahan dolar AS.
Harga minyak WTI ditutup turun 0,4% di dekat 99,40 dolar AS per barel, sementara minyak Brent berada di sekitar 110 dolar AS per barel, sehingga risiko inflasi energi tetap membayangi zona Euro.
Pasar hampir tidak memperhitungkan kenaikan suku bunga ECB pada pertemuan ECB yang dijadwalkan pada 29 Oktober, tetapi masih memperhitungkan kenaikan pada bulan Desember.
Malam nanti akan ada pernyataan dari pejabat ECB Panetta. Juga akan ada rilis data Consumer Confidence Oktober Zona Euro yang diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun jika imbal hasil obligasi Prancis kembali naik atau keputusan Moody’s memicu kekhawatiran baru terhadap utang Prancis. Namun jika pernyataan pejabat ECB memberikan sinyal hawkish, atau situasi politik di Prancis mereda, akan mendukung Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1218-1.1203. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1245-1.1257.








