Rekomendasi Harga Gula 22 Oktober 2026

54

(Vibiznews – Commodity) Harga gula mentah di bursa komoditi berjangka internasional New York, berakhir turun tipis pada hari Rabu, 21 Oktober 2026.

Harga gula berjangka kontrak Maret 2027 ditutup turun 0,07 sen atau 0,34% pada 20,45 sen per pon, penutupan terendah dalam lebih dari dua pekan. Harga sempat naik ke 20,74 pada pagi hari, namun berbalik turun hingga menyentuh level terendah harian di 20,27 pada sore hari. Dibandingkan penutupan Kamis pekan lalu di 21,13, harga telah turun sekitar 3,2%. Pada perdagangan gula putih London, kontrak Desember ditutup turun 3,40 poin atau 0,62% pada 543,70 dolar AS per ton, dengan kisaran harian 541,10 hingga 552,20, dan sudah sepekan berturut-turut mencetak puncak serta lembah yang lebih rendah.

Faktor utama yang menekan harga adalah aksi jual posisi beli. Pelaku pasar berharap ada pembelian baru dari spekulan untuk memperkuat kenaikan pagi hari, tetapi tidak muncul. Posisi beli justru saling berlomba keluar saat sesi Amerika dibuka, sehingga harga jatuh ke level terendah harian. Selisih harga kontrak Maret dan Mei 2027 yang terus menyempit ke kisaran 0,60 hingga 0,63 poin juga menunjukkan pasar cenderung bergerak mendatar. Dari sisi eksternal, harga minyak masih tinggi, dengan WTI di sekitar 97 dolar AS dan Brent di sekitar 109 dolar AS per barel, sehingga daya tarik etanol bagi pabrik di Brasil tetap terjaga dan membatasi pelemahan harga gula.

Di sisi fundamental, prospek defisit pasokan global masih menopang harga. Organisasi Gula Internasional (ISO) pada 1 September memperkirakan produksi gula global musim 2026/27 turun 1 persen secara tahunan menjadi 180,1 juta metrik ton, dengan defisit sebesar 200 ribu metrik ton, berbanding surplus 1,1 juta metrik ton pada musim 2025/26. Thai Sugar Millers Corp memproyeksikan produksi gula Thailand berpotensi anjlok 17 persen secara tahunan menjadi 10 juta metrik ton, sementara Departemen Pertanian AS memangkas estimasi produksi Brasil menjadi 42,2 juta metrik ton dan India menjadi 29,5 juta metrik ton akibat cuaca buruk. Di sisi lain, USDA masih memperkirakan stok akhir gula global 2026/27 naik 2,0% secara tahunan menjadi 44,41 juta metrik ton, sehingga ruang penguatan lanjutan relatif terbatas.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula mentah berpotensi masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah, seiring berlanjutnya likuidasi posisi beli, minimnya minat beli baru dari spekulan, dan lemahnya selisih harga kontrak terdekat. Harga gula mentah diperkirakan akan bergerak menguji kisaran support terdekat di 20,23 hingga 20,02. Namun, apabila gangguan panen di Brasil dan ancaman El Nino kembali memicu aksi beli teknikal, pergerakan harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran resistance 20,70 hingga 20,96.