IHSG Kamis Ditutup Menguat 1% ke Level 5.388; Mayoritas Bursa Asia Melemah

160
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis sore ini, 22 Oktober 2026, ditutup menguat 59,54 poin, atau 1,12%, ke level 5.387,94 setelah dibuka turun ke level 5.247,9.

IHSG bergerak rebound untuk hari ketiga berturut-turut, di tengah tekanan yang melanda sejumlah bursa Asia, sehingga penguatan IHSG menjadi salah satu yang menonjol di kawasan.

Mayoritas bursa Asia sore ini ditutup melemah akibat tekanan pada saham sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI), di antaranya PSEi Filipina yang turun 0,72% dan Hang Seng yang merosot 3,06%. Meski demikian, secara mingguan IHSG masih turun 8,12% dibandingkan penutupan 15 Oktober di level 5.863,78.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 38 poin atau 0,21% ke level Rp 18.060, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Rupiah tertekan aksi jual bersih investor asing, kenaikan harga minyak dunia akibat kekhawatiran eskalasi geopolitik, meski indeks dollar AS turun ke level 101,55 dari 101,78 pada hari sebelumnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah 80,46 poin (1,51%) ke level 5.247,9. IHSG kemudian berbalik arah dan ditutup menguat 59,54 poin (1,12%) ke level 5.387,90. Sepanjang perdagangan, IHSG sempat melemah hingga level terendah 5.185,52 sebelum berbalik menguat dan mencapai level tertinggi 5.422,58. Sementara LQ45 terlihat naik 1,64% ke level 544,57.

Tercatat saat ini 467 saham naik, 204 saham turun dan 123 saham stagnan, dengan nilai transaksi sekitar Rp 16,16 triliun dari 37,57 miliar saham yang diperdagangkan.

Seluruh sepuluh indeks sektoral kompak menguat, dengan kenaikan terbesar dicatat sektor energi dan transportasi. Saham top gainers LQ45 antara lain MAPI, AMMN dan BBNI.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini berakhir positif, dengan IHSG mampu bangkit dari zona merah di awal perdagangan dan memperpanjang rebound tiga hari beruntun, seiring aksi beli investor pada saham-saham yang terkoreksi tajam sebelumnya, di tengah pelemahan bursa regional dan rupiah yang masih tertekan di atas Rp 18.000.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan melanjutkan rebound-nya secara terbatas, namun rawan aksi ambil untung setelah penguatan tiga hari beruntun, dengan tetap mencermati sentimen MSCI, arus dana asing, serta perkembangan geopolitik Timur Tengah dan harga minyak. Resistance saat ini berada di level 5.477 dan 5.566. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5.245 dan bila tembus ke level 5.102.