(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia untuk jenis Brent bertahan di kisaran tertinggi dalam 5 pekan masuki perdagangan komoditas sesi Asia hari Jumat (23/10/2026)
Harga spot minyak mentah Brent berada di posisi $113,08 atau naik 0,01%, demikian untuk kontrak berjangka bulan Desember 2026 yang paling banyak diperdagangkan di ICE AS naik 0,03% menjadi $113,17 per barel.
Kenaikan dipicu oleh laporan meningkatnya serangan kelompok Houthi terhadap target-target di Arab Saudi, serta laporan mengenai kemungkinan serangan baru oleh Amerika Serikat terhadap Iran, yang memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan di Timur Tengah.
Kelompok militan Houthi di Yaman yang didukung oleh Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan baru-baru ini terhadap pelabuhan Yanbu di Laut Merah, Arab Saudi, termasuk serangan mematikan yang menyasar sebuah ladang minyak dan bandara di negara pengekspor minyak mentah terbesar di dunia tersebut.
Sementara itu, militer Amerika Serikat dan Israel dikabarkan telah menyusun rencana untuk melancarkan serangan baru setelah pemilihan umum paruh waktu bulan depan, dengan infrastruktur energi Iran kemungkinan besar menjadi target utama.
Meski ketegangan regional meningkat dan terdapat ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz, volume ekspor minyak mentah dari Teluk Persia justru kembali pulih hingga mendekati tingkat sebelum perang.
Di Eropa, Ukraina meningkatkan intensitas serangannya terhadap kilang-kilang minyak Rusia minggu ini, di tengah berlangsungnya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Rusia yang mencakup pasokan bahan bakar diesel.
Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak Brent berusaha mendaki menuju posisi $113.50, jika termbus akan melaju ke kisaran $114.20 – $116.80.
Namun jika bergerak negatif akan dapat terkoreksi ke posisi $112.90, dan jika tembus akan meluncur ke kisaran $112.60 – $110.10.








