IHSG Jumat Pagi Menguat ke Level 5.401; Bursa Kawasan Asia Dominan Melemah

80
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat pagi ini, 23 Oktober 2026, terpantau menguat 13,591 poin (0,25%) ke level 5.401,496 setelah dibuka naik ke level 5.397,34.

IHSG bergerak fluktuatif dan berpeluang mencatat penguatan di hari keempatnya. Sementara itu, bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka melemah, mengikuti koreksi tajam saham teknologi di Wall Street semalam di tengah kekhawatiran pasar atas belanja sektor kecerdasan buatan (AI) dan kenaikan harga minyak mentah dunia akibat tensi geopolitik.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah terbatas 0,06% atau 11 poin ke level Rp 18.071, di tengah indeks dollar AS yang menguat tipis 0,03% ke level 101,635. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 18.060, tertekan aksi jual bersih investor asing di pasar domestik serta sentimen global.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 9,44 poin (0,18%) ke level 5.397,34. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,56 poin (0,10%) ke level 545,13. Pagi ini IHSG menguat 13,591 poin (0,25%) ke level 5.401,496, setelah bergerak di kisaran 5.366 hingga 5.410.

Tercatat saat ini 245 saham naik dan 225 saham turun.

Sementara itu, bursa Wall Street semalam ditutup variatif dengan tekanan berat di sektor teknologi, di tengah kekhawatiran atas belanja perusahaan AI dan lonjakan harga minyak dunia. Dow Jones berakhir naik tipis 0,02% ke level 52.867,98, S&P 500 melemah 1,21% ke level 7.663,43, serta Nasdaq merosot 2,6% ke level 26.008,86, yang menjadi penurunan harian terdalam sejak Juni. Bursa regional pagi ini terpantau melemah, di antaranya Nikkei yang turun 1,5%, KOSPI yang merosot 2,65%, CSI 300 yang melemah 1,28%, Straits Times yang turun 0,6% dan Nifty 50 yang terkoreksi 0,54%.

Pada penutupan perdagangan kemarin (22/10), IHSG ditutup menguat 1,12% ke level 5.387,90, melanjutkan rebound setelah koreksi dalam pada awal pekan. Meski demikian, IHSG masih tercatat melemah sekitar 37,87% sepanjang 2026.

Analis memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan, namun dengan volatilitas tinggi mengingat bursa kawasan Asia yang tertekan. Resistance berada di level 5.404 dan 5.563, sedangkan bila menemui tekanan jual, support berada di level 5.185 dan bila tembus ke level 4.915.