Rekomendasi Harga Kopi Arabika 26 Oktober 2026

114

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika berakhir melemah tipis pada hari Jumat, 23 Oktober 2026, dan mencatat pelemahan sepanjang pekan setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam sekitar sebulan terakhir, tertekan aksi ambil untung menjelang berakhirnya kontrak Desember.

Harga kopi arabika berjangka kontrak Desember 2026 ditutup turun 1,60% ke level $307,45 per pon. Harga bergerak dalam kisaran 305,30 hingga 314,90 sepanjang sesi, setelah pada Selasa pekan ini sempat menyentuh level tertinggi sejak 9 September di $318,20.

Reli awal pekan dipicu kekhawatiran terhadap El Niño dan tipisnya stok bursa. Pada Senin, 19 Oktober, kontrak Desember naik 3,3% ke 315,70 sen per pon, level tertinggi untuk kontrak terdekat sejak pekan terakhir Agustus. Stok arabika bersertifikat ICE sempat jatuh ke level terendah sejak 1999 pada pertengahan September, yakni 217.646 karung. Judy Ganes dari J. Ganes Consulting menyebut sebagian pelaku pasar bisa mengalami tekanan (squeeze) bila stok tetap rendah. JM Smucker, pemilik merek Folgers dan Bustelo, juga menunda rencana penurunan harga jual dengan alasan arah pasar berjangka.

Namun, tekanan jual mulai muncul di akhir pekan. Stok arabika ICE naik tipis ke 239.748 karung pada 21 Oktober dari 234.901 karung sehari sebelumnya, dan hampir 28.000 karung sedang menunggu proses grading, sehingga meredakan sebagian kekhawatiran kelangkaan stok. Stok robusta ICE juga naik ke level tertinggi dalam sekitar setahun, ditambah panen kopi Vietnam yang mulai berjalan.

Prospek pasokan Brasil tetap besar. Somar Meteorologia melaporkan curah hujan di Minas Gerais, sentra arabika utama Brasil, mencapai 48,6 mm atau 148% dari rata-rata historis pada pekan yang berakhir 18 Oktober. Conab memperkirakan produksi kopi Brasil 2026 mencapai rekor 67,6 juta karung, dengan produksi arabika naik 34,8% secara tahunan menjadi 48,21 juta karung. International Coffee Organization (ICO) memproyeksikan surplus global 3 juta karung pada musim 2025/26.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan pekan ini, harga kopi arabika masih akan bergerak volatil dengan kecenderungan konsolidasi di sekitar level tertinggi satu bulan. Tipisnya stok ICE, rendahnya stok negara konsumen, dan risiko El Niño menahan koreksi lebih dalam, sedangkan hujan lebat di Brasil, prospek panen besar, dan kenaikan stok bursa membatasi ruang kenaikan. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menekan area Support di kisaran 303,53 hingga 299,62. Namun apabila muncul aksi beli merespons stok bursa yang rendah atau penguatan real Brasil, harga berpeluang naik menuju area Resistance di 313,13 hingga 318,82.