Rekomendasi Forex Dolar AS 29 Oktober 2026 : Turun Setelah Keputusan Suku Bunga Fed; Cermati Data Inflasi dan PDB

107

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS ditutup melemah pada hari Rabu, 28 Oktober 2026, setelah The Fed menahan suku bunga dengan dua anggota menginginkan kenaikan.

Indeks dolar AS ditutup turun 0,16% pada 102,15.

Dolar AS melemah saat keputusan The Fed dan konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh, meski pergerakan sepanjang hari relatif bervariasi. The Fed menahan suku bunga di kisaran 3,75%-4,00% dalam keputusan 10-2, dan hasilnya sesuai perkiraan pasar. Anggota The Fed Lisa Cook dan Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack memilih menaikkan suku bunga. The Fed juga menaikkan penilaian terhadap ekonomi AS menjadi “kuat” dari “solid” pada pertemuan September.

Warsh menyatakan inflasi masih terlalu tinggi, menegaskan komitmen The Fed pada target inflasi 2%, dan menyebut kenaikan suku bunga sebelumnya sudah berdampak. Ia memberi sedikit petunjuk tentang langkah selanjutnya, sementara pasar berjangka sudah memperhitungkan kenaikan suku bunga pada Desember. Warsh juga mengumumkan The Fed akan mengurangi jumlah pertemuan penetapan suku bunga mulai tahun depan, dan membantah ada pengaruh politik terhadap keputusan, enam hari sebelum pemilu paruh waktu AS.

Imbal hasil Treasury AS menunjukkan kurva yang kembali menajam (steepening) setelah konferensi pers. Imbal hasil tenor 2 tahun turun sekitar 3,8 basis poin ke 4,70%, sedangkan tenor 10 tahun naik sekitar 5 basis poin ke 5,04% dan tenor 30 tahun naik ke 5,37%.

Dolar Kanada menguat setelah BoC menaikkan suku bunga 25 basis poin ke 2,50%, kenaikan pertama dalam lebih dari tiga tahun, dan memberi sinyal kenaikan lanjutan mungkin diperlukan. USD/CAD turun ke dekat 1,4040 setelah sempat mendekati 1,4100. Dolar Selandia Baru anjlok sekitar 1,7% setelah RBNZ tak terduga menahan suku bunga. USD/JPY bergerak di kisaran 157 bagian atas, sedangkan poundsterling tertekan di bawah 1,3300 menjelang anggaran pemerintah Inggris.

Harga emas naik sekitar 0,4% ke dekat $4.078 per ons. Stok minyak mentah AS turun 1,89 juta barel, berlawanan dengan perkiraan kenaikan 0,02 juta barel. Wall Street ditutup menguat setelah keputusan The Fed, di tengah hasil laporan keuangan perusahaan teknologi besar yang beragam.

Malam nanti, pasar menantikan keputusan ECB yang diperkirakan menahan suku bunga di 2,50% dengan sinyal pengetatan lanjutan. Pada sesi AS akan dirilis data PDB Kuartal III, Klaim Pengangguran Mingguan, dan Inflasi PCE September AS. Keputusan BOJ akan diumumkan pada hari Jumat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak terbatas dengan kecenderungan naik didukung imbal hasil Treasury AS tenor panjang yang tinggi dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember. Jika data PDB dan Inflasi PCE AS terealisir kuat, akan menguatkan dolar AS. Namun jika ECB bernada hawkish dan data inflasi AS lebih lemah dari perkiraan, dolar AS dapat tertekan. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 102,35-102,60. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 101,95-101,75.