Harga Emas Kamis Tertekan Mendekati Level Terendah Tiga Bulan

74
emas

(Vibiznews – Commodity) Harga emas dunia bergerak melemah pada hari Kamis (29/10) malam, mendekati level terendah tiga bulan. Penyebabnya, The Fed menahan suku bunga tetapi dua pejabatnya menginginkan kenaikan, sementara data ekonomi AS yang kuat membuat peluang kenaikan bunga Desember tetap terbuka.

Emas spot diperdagangkan di sekitar $4.022 per ons pada pukul 09.07 ET (sekitar 20.07 WIB), turun $44,60 atau 1,10% dari sesi sebelumnya, dengan kisaran harian $4.015,30 hingga $4.069,90. Emas bergerak di dekat level terendah tiga bulan dan telah turun sekitar 3% dalam sebulan terakhir.

Emas berjangka AS kontrak Desember 2026 ikut melemah. Pada pukul 08.32 ET (sekitar 19.32 WIB), kontrak Desember diperdagangkan di $4.042,60, turun $9,00 atau 0,22% dari penutupan sebelumnya di $4.051,60. Kontrak dibuka di $4.081,40 dan bergerak dalam kisaran $4.027,00 hingga $4.081,70. Kontrak ini sempat naik di awal sesi setelah keputusan The Fed, tetapi tidak mampu bertahan di atas $4.080.

Pada hari Rabu, The Fed menahan suku bunga di 3,75% hingga 4,00% dengan suara 10-2. Gubernur Lisa Cook dan Presiden Fed Cleveland Beth Hammack memilih kenaikan 25 basis poin. Keputusan ini mengikuti kenaikan 25 basis poin pada September. Pasar masih memperkirakan peluang sekitar 83% kenaikan pada pertemuan 8-9 Desember, menurut CME FedWatch. Suku bunga yang lebih tinggi menekan emas karena logam mulia tidak memberi imbal hasil.

Data ekonomi menambah tekanan. Produk domestik bruto AS kuartal III tumbuh 3,4% dan inflasi inti PCE naik ke 3,1%, sehingga data tidak mengurangi peluang kenaikan bunga Desember. Imbal hasil obligasi 10 tahun AS naik ke 5,05%. Indeks dolar AS relatif stabil di sekitar 102,20. Harga minyak yang tinggi di atas $115 per barel juga menjaga kekhawatiran inflasi, tetapi dampaknya pada emas justru melalui ekspektasi suku bunga, bukan permintaan lindung nilai.

Para analis juga tidak optimistis dalam jangka pendek. Jajak pendapat Reuters menunjukkan analis memangkas proyeksi harga emas 2026 untuk kuartal kedua berturut-turut karena imbal hasil obligasi dan dolar yang kuat, tetapi masih memperkirakan pemulihan pada 2027. Di pasar domestik, emas Antam 1 gram dijual Rp 2.559.000 pada Kamis pagi, turun Rp 11.000, dengan harga buyback Rp 2.354.000.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas masih cenderung tertekan selama ekspektasi kenaikan bunga The Fed dan imbal hasil obligasi tinggi bertahan. Penembusan di bawah $4.015 pada emas spot bisa membuka penurunan lebih lanjut. Namun jika data inflasi lanjutan melemah atau eskalasi geopolitik meningkat, emas berpotensi rebound.

Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.015-$3.980. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.075-$4.110.

Harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.027-$3.990. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.085-$4.125.