IHSG Jumat Siang Melemah 1,3% ke Level 5.032; Kembali Koreksi, BOJ Mempertahankan Suku Bunga

126

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (30/10), terpantau melemah sigmifikan 65,618 poin (1,29%) ke level 5.032,439 setelah dibuka turun ke level 5.066.935.

IHSG bergerak terkoreksi di hari kedua mengarah ke oversold dalamnya – area 6 tahun terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat setelah BOJ mempertahankan suku bunganya dan saham teknologi dalam tekanan jual, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam koreksi dipimpin sektor teknologi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,08% atau 15 poin ke level Rp 18.140, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun tipis setelah melemah 2 hari di sesi global sebelumnya, agak downturn dari area 2 minggu terkuatnya oleh kenaikan yields U.S. Treasury yang menekan dollar.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.125, serta terpantau terkoreksi dari rebound kuat kemarin dan dekat dengan sekitar 4,5 bulan terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah 31,122 poin (0,61%) ke level 5.066.935. Sedangkan indeks LQ45 turun 1,029 poin (0,20%) ke level 514,255. Siang ini IHSG melemah 65,618 poin (1,29%) ke level 5.032,439. Sementara LQ45 terlihat turun 3,344 poin (0,65%) poin ke level 511,940.

Tercatat saat ini 113 saham naik, 591 saham turun dan 82 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang turun 2,21%, dan Hang Seng yang naik 1,67%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertekan lebih dalam di hari keduanya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed setelah BOJ mempertahankan suku bunganya, serta mencermati Wall Street yang berakhir dalam koreksi oleh sektor teknologi.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih dalam bias tekanan, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 5.455 dan 5.912. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,185 dan bila tembus ke level 4,907.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group