(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD melanjutkan kenaikan sebelumnya di kisaran tertinggi sejak September pada perdagangan forex Eropa hari Jumat (30/10/2026).
Sepanjang bulan oktober poundsterling mencatatkan kenaikan sekitar 1%, kenaikan bulanan pertama sejak Agustus, yang didorong oleh anggaran pemerintah serta meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan menaikkan suku bunga pada bulan November.
Menteri Keuangan John Healey menyampaikan anggaran pertamanya pada hari Rabu; rencana belanja yang dipaparkan sebagian besar sesuai dengan ekspektasi pasar dan tidak banyak memberikan kejutan.
Ia menyatakan bahwa pemerintah akan menggunakan sebagian dari ruang fiskal yang tersedia yang kini menyusut menjadi £15 miliar dari sebelumnya £24 miliar untuk mencapai target fiskal utama, sembari terus berupaya memulihkan keuangan publik di tengah dampak ekonomi akibat konflik di Iran.
Pasar keuangan telah mengantisipasi hampir sepenuhnya kenaikan suku bunga oleh BoE pada 5 November, yang diperkirakan akan diikuti oleh kenaikan lanjutan pada bulan Februari dan Juli.
Selain itu, terdapat peluang 50% untuk kenaikan tambahan hingga Desember 2027. Inflasi yang terus bertahan di atas target, imbal hasil obligasi yang meningkat, serta data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan telah memperkuat ekspektasi akan kebijakan yang lebih ketat.
Secara teknikal, pair GBPUSD menunjukkan momentum sinyal strong buy dengan koreksi terbatas.
Kini pair berada di posisi 1.3400 yang sedang turun kembali menuju 1.3375, jika tembus akan bergerak ke pivot sebelum lanjut meluncur ke support kuatnya di S1.
Namun jika tidak sampai kembali ke pivot, berpotensi memantul kembali ke menuju 1.3433 dan akan menguji resisten lemahnya di 1.3460.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3496 | 1,3440 | 1,3408 | 1.3352 | 1.3320 | 1.3264 | 1.3232 |







