(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS ditutup turun tipis pada akhir pekan hari Jumat, 30 Oktober 2026, di tengah penurunan imbal hasil Treasury dan aksi jual saham teknologi.
Indeks dolar AS ditutup turun 0,16% pada 101,87, dan sepanjang pekan lalu nyaris tidak berubah.
Dolar AS tertahan karena imbal hasil Treasury AS turun pada hari Kamis dan Jumat, ketika aksi jual saham teknologi setelah laporan keuangan Alphabet, Amazon, dan Intel yang mengecewakan mendorong investor ke obligasi. Indeks Nasdaq turun 1,4%. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun bertahan di bawah 5%. Indeks dolar AS sempat mencapai puncak harian di dekat 102,09 dan terendah di dekat 101,54.
Indeks Biaya Tenaga Kerja (Employment Cost Index) Kuartal III AS menunjukkan biaya tenaga kerja tumbuh lebih lambat dari inflasi untuk kuartal kedua berturut-turut. Setelah disesuaikan inflasi, indeks turun 0,4% dalam 12 bulan hingga September.
Bank of Japan (BOJ) menahan suku bunga di 1,25% dengan suara 8-1, dengan satu anggota memilih menaikkan suku bunga. Gubernur Kazuo Ueda menyatakan inflasi dasar telah mencapai 2% dan BOJ terbuka menaikkan suku bunga setiap beberapa bulan, namun tidak menyebut jadwal. Inflasi inti Tokyo sebesar 2,8% lebih rendah dari perkiraan 3,3%.
Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember sekitar 80%, setelah The Fed menahan suku bunga di kisaran 3,75%-4,00% dengan dua anggota memilih kenaikan.
Pekan ini penuh dengan agenda penting. Hari Senin, Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur ISM AS Oktober akan dirilis malam nanti. Besok, Selasa 3 November, pemilu paruh waktu AS berlangsung dan RBA mengumumkan keputusan suku bunga dengan peluang kenaikan 25 basis poin. Pada hari Rabu akan dirilis Inflasi Zona Euro Oktober (flash), PMI Jasa ISM, dan pengumuman pendanaan kembali Departemen Keuangan AS. BoE diperkirakan menaikkan suku bunga pada Kamis, 5 November, dan data tenaga kerja AS (Nonfarm Payrolls) Oktober dirilis pada Jumat, 6 November.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak terbatas (sideways) menjelang pemilu AS dan data tenaga kerja pekan ini, dengan kecenderungan naik didukung tingginya peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember. Jika PMI Manufaktur ISM AS terealisir kuat, akan menguatkan dolar AS. Namun jika data ISM lemah dan imbal hasil Treasury kembali turun akibat aksi jual saham teknologi, dolar AS dapat terkoreksi. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 102,12-102,37. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 101,58-101,29.








