(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS ditutup turun pada hari Senin, 2 November 2026, melemah ke level terendah sejak 30 September, tertekan anjloknya harga minyak dan imbal hasil Treasury AS.
Indeks dolar AS ditutup turun 0,05% di level 101,74.
Dolar AS melemah karena harga minyak jatuh setelah AS dan Iran memberi sinyal terbuka terhadap penyelesaian diplomatik perang. Harga minyak WTI anjlok sekitar 6,5% ke dekat $96,90 per barel, penurunan harian terbesar dalam tiga bulan. Indeks dolar AS turun dari penutupan Jumat di 101,88 ke level terendah harian di dekat 101,42-101,43, sebagian besar terjadi pada sesi London.
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun sempat turun ke dekat 4,87% sebelum ditutup di sekitar 4,89%, level terendah sejak 10 September dan turun lebih dari 15 basis poin dalam tiga hari. Imbal hasil tenor 30 tahun turun sekitar 4 basis poin ke 5,27%, sedangkan tenor 2 tahun naik tipis ke 4,58%.
Data ekonomi AS lebih kuat dari perkiraan, tetapi hanya memberi dorongan singkat bagi dolar AS. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur ISM Oktober naik ke 55,5 dari 54,5, di atas perkiraan 54,5-54,7, dan menjadi ekspansi ke-10 bulan berturut-turut. Indeks produksi melonjak ke 59,0, tertinggi sejak November 2021, sedangkan indeks harga yang dibayar turun ke 75,2 dari 77,9 namun tetap tinggi. PMI Manufaktur S&P Global final Oktober turun ke 54,9 dari 55,9.
Hari ini pemilu paruh waktu AS berlangsung, dan hasilnya dapat memengaruhi ekspektasi fiskal serta imbal hasil obligasi. Pagi ini RBA mengumumkan keputusan suku bunga, dengan peluang kenaikan 25 basis poin. Pada sesi Eropa akan dirilis Inflasi Swiss Oktober. Malam nanti akan dirilis data Lowongan Kerja JOLTS September AS.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun terbebani penurunan harga minyak dan imbal hasil Treasury AS menjelang pemilu paruh waktu. Namun jika data JOLTS AS terealisir kuat dan imbal hasil Treasury rebound, atau harga minyak kembali naik akibat batalnya proses diplomasi AS-Iran, akan menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 101,44-101,15. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 102,01-102,29.








