Rekomendasi Harga Jagung 3 November 2026

97
jagung, corn

(Vibiznews – Commodity) Harga jagung di bursa komoditi berjangka Chicago Board of Trade (CBOT) berakhir sedikit menguat pada hari Senin, 2 November 2026, bertahan di dekat level terendah empat bulan di tengah pembelian besar dari Meksiko. Penutupan Senin adalah data terakhir yang tersedia sebelum sesi hari Selasa.

Harga jagung berjangka kontrak Desember 2026 ditutup naik ½ sen pada 4,48¼ dolar AS per bushel, sementara kontrak Maret 2027 naik 1 sen ke 4,62 dolar AS. Penguatan ini terjadi meski kedelai dan minyak mentah tertekan. Pada sesi malam, kontrak Desember sempat turun ke 4,47 dolar AS, terendah sejak 6 Juli, sebelum menemukan dukungan dan rebound. Harga masih berada di jalur penurunan mingguan kelima berturut-turut dan anjlok 53 sen sepanjang Oktober, dengan harga tunai nasional sekitar 4,14 dolar AS, sekitar 33,5 sen di bawah kontrak Desember.

Faktor yang menopang harga adalah pembelian ekspor besar dari Meksiko. USDA melaporkan penjualan kilat 1,729 juta ton jagung (68,7 juta bushel) ke Meksiko, terdiri dari 1,135 juta ton untuk musim 2026/27 dan 594.360 ton untuk 2027/28, yang menjadi penjualan terbesar musim ini dan salah satu penjualan harian terbesar dalam catatan. Inspeksi ekspor mingguan naik 39% menjadi 885.000 ton (34,8 juta bushel) pada pekan yang berakhir 29 Oktober, sesuai ekspektasi. Dana spekulatif juga sudah banyak melepas posisi beli, dengan posisi beli bersih turun ke sekitar 81.000 kontrak per 27 Oktober, level terendah tiga bulan. Dari sisi pasokan alternatif, Ukraina hanya mengirim sekitar 250.000 ton jagung pada Oktober dibanding 941.000 ton setahun sebelumnya, dan Uni Eropa memangkas estimasi produksi jagung menjadi 47 juta ton.

Di sisi lain, tekanan panen dan lemahnya ekspor secara keseluruhan masih membebani. Panen jagung AS mencapai 74% per 1 November, naik dari 60% sepekan sebelumnya dan di atas rata-rata lima tahun 65%. Total inspeksi ekspor musim ini 420 juta bushel, turun 13% dari tahun lalu, lebih buruk dari proyeksi USDA yang turun 4%, dan jauh di bawah laju 66 juta bushel per pekan yang dibutuhkan untuk mencapai target USDA. Jagung Brasil juga lebih kompetitif karena real yang melemah, dengan penanaman tanaman pertama Brasil 63% selesai dibanding 59% tahun lalu, sementara penanaman Argentina berjalan lebih cepat dari jadwal. Harga minyak mentah yang turun karena upaya diplomatik AS dan Iran juga menekan sentimen komoditas.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga jagung berpotensi bergerak sideways dengan kecenderungan rebound terbatas, seiring pembelian Meksiko dan berkurangnya tekanan jual dana spekulatif, namun tekanan panen dan ekspor yang lemah masih menahan kenaikan. Harga kontrak Desember diperkirakan akan menguji kisaran support terdekat di 4,47 hingga 4,40 dolar AS per bushel, dengan support lanjutan di 4,26 dolar AS, yaitu low Juni. Namun, apabila penjualan ekspor berlanjut dan hujan di Midwest memperlambat panen, pergerakan harga berpeluang menguat menuju kisaran resistance 4,52 hingga 4,56 dolar AS, dengan resistance berikutnya di 4,65 hingga 4,70 dolar AS per bushel.