Rekomendasi Harga Gandum 3 November 2026

98
gandum

(Vibiznews – Commodity) Harga gandum di bursa komoditi berjangka Chicago Board of Trade (CBOT) berakhir menguat pada hari Senin, 2 November 2026, didorong aksi beli untuk menutup posisi jual (short covering) setelah sembilan pekan beruntun melemah. Penutupan Senin adalah data terakhir yang tersedia sebelum sesi hari Selasa.

Harga gandum soft red winter kontrak Desember 2026 ditutup naik 3 sen pada 6,06½ dolar AS per bushel, di sekitar pertengahan rentang harian. Gandum hard red winter Kansas City kontrak Desember naik 1¾ sen ke 6,46 dolar AS, sedangkan gandum spring Minneapolis naik 2 sen ke 6,25¾ dolar AS per bushel. Harga kontrak Desember sempat jatuh ke 5,93¼ dolar AS pada Rabu pekan lalu, terendah sejak 1 Juli, dan sepanjang sembilan pekan terakhir sudah turun lebih dari 23%. Analis Pro Farmer menilai pasar gandum musim dingin menunjukkan tanda-tanda dasar, dengan tekanan jual mulai kehabisan tenaga di grafik harian.

Faktor yang menopang harga adalah posisi jual dana spekulatif yang sangat besar dan risiko Laut Hitam. Dana spekulatif kini menjual bersih di semua kelas gandum AS, dengan sekitar 75.000 kontrak posisi jual bersih di gandum Chicago, sehingga pasar rentan terhadap short covering jika ada kabar positif. Laporan Bloomberg tentang pertanyaan China untuk gandum soft red winter AS, meski belum ada pembelian yang terkonfirmasi, cukup untuk menahan harga di atas 6 dolar AS. Eskalasi serangan di Laut Hitam terus berlanjut, sementara penanaman gandum musim dingin Rusia tercatat paling lambat sejak 2013, sekitar 25% di bawah rata-rata lima tahun menurut SovEcon, dan sepertiga area gandum musim dingin Ukraina mengalami defisit kelembapan. Peringkat kondisi pertama gandum musim dingin AS juga dilaporkan lebih lemah dari ekspektasi, sebesar 44% baik hingga sangat baik dibanding perkiraan pasar 50%, dan dolar AS yang lebih lemah turut membantu.

Di sisi lain, permintaan ekspor AS sangat lemah. Inspeksi ekspor gandum mingguan tercatat hanya 75.413 ton, rekor terendah, dibanding 195.054 ton pekan sebelumnya, dan pengapalan kumulatif turun 36% dari tahun lalu. Komitmen ekspor 11,626 juta ton turun 29% secara tahunan, atau 57% dari proyeksi tahunan. Harapan perdamaian juga masih menekan harga. Tim teknis AS, Ukraina, dan Rusia diperkirakan bertemu 6 hingga 10 November di Abu Dhabi, Turki menjadi tuan rumah pembicaraan keamanan Laut Hitam, dan Rusia sudah mengekspor gandum lewat rute Arktik serta membuka sebagian jalur Laut Azov. Jika jalur Laut Hitam benar-benar dibuka, gandum Rusia dan Ukraina yang lebih murah dapat membanjiri pasar.

Kami memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gandum berpotensi bergerak sideways dengan kecenderungan rebound terbatas, seiring besarnya posisi jual dana spekulatif dan risiko geopolitik, namun lemahnya ekspor AS dan harapan perdamaian membatasi kenaikan. Harga kontrak Desember diperkirakan akan menguji kisaran support terdekat di 6,00 hingga 5,93 dolar AS per bushel, dengan support lanjutan di 5,90 dolar AS. Namun, apabila pembicaraan damai tersendat, serangan di Laut Hitam meningkat, atau pembelian China terkonfirmasi, pergerakan harga berpeluang menguat menuju kisaran resistance 6,10 hingga 6,16 dolar AS, dengan resistance berikutnya di 6,25 hingga 6,30 dolar AS per bushel.