Rekomendasi Harga Perak 3 November 2026 : Mencermati Pergerakan Dolar AS dan Harga Minyak

107

(Vibiznews – Commodity) Harga perak ditutup naik tajam pada hari Senin, 2 November 2026, rebound dari aksi jual besar pekan lalu, didukung anjloknya harga minyak karena diplomasi Iran dan turunnya imbal hasil Treasury menjelang pemilu sela AS.

Harga perak spot ditutup naik 3,09% pada $50,64.

Harga perak berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup naik 3,27% pada $50,89.

Perak naik pada perdagangan AS hari Senin, memulihkan sebagian kerugian tajam hari Jumat karena penurunan harga minyak mentah meredakan kekhawatiran inflasi dan mendorong minat beli baru. Perak bergerak di kisaran $49,01-$51,38. Minyak turun lebih dari 3% menjelang pemilu sela AS, dengan diplomasi Iran sebagai pemicu penurunan harga minyak.

Rebound perak lebih kuat dibanding emas, yang naik sekitar 1,1% ke $3.944,70. Rasio emas terhadap perak turun ke sekitar 78 dari 79 pada hari Jumat. Sejumlah analis juga melihat aksi jual sebagai peluang beli, dan dilaporkan India akan meningkatkan impor perak hingga 2027.

Namun kenaikan perak tertahan oleh data manufaktur AS. Aktivitas manufaktur AS pada Oktober berekspansi lebih cepat dari perkiraan, meski tekanan harga input melemah, dengan indeks harga yang dibayar turun ke 75,2 dari 77,9. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan moneter bisa tetap ketat lebih lama. Pasar juga masih mempertimbangkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember setelah data PDB dan inflasi inti yang kuat pekan lalu.

Perak masih berada di dekat level terendah sejak November 2025 dan turun sekitar 9% selama pekan lalu, serta sekitar 14% sepanjang Oktober. Hal ini menunjukkan rebound hari Senin masih dalam fase teknikal.

Hari ini berlangsung pemilu sela AS, yang menjadi fokus pasar. Pelaku pasar juga menantikan laporan ketenagakerjaan Oktober pada 6 November, yang akan menjadi penentu ekspektasi kenaikan suku bunga Desember.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak naik jika harga minyak tetap rendah, imbal hasil Treasury melemah, dan hasil pemilu sela tidak memicu gejolak pasar. Namun jika harga minyak kembali naik, ketegangan di Selat Hormuz meningkat, dan data tenaga kerja pekan ini menguatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Desember, harga perak dapat tertekan kembali.

Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $49,43-$52,47. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $51,56-$52,47.

Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $49,54-$48,19. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $51,79-$52,69.