Rekomendasi Harga Gula 3 November 2026

115

(Vibiznews – Commodity) Harga gula mentah di bursa komoditi berjangka internasional New York, berakhir turun pada hari Senin, 2 November 2026.

Harga gula berjangka kontrak Maret 2027 ditutup turun 0,36 sen atau 1,55% pada 19,06 sen per pon, dari penutupan Jumat di 19,36 sen. Sepanjang sesi, harga sempat berada di kisaran 19,11–19,17 sen dengan pelemahan sekitar 1%, lalu tekanan jual bertambah menjelang penutupan. Pada perdagangan gula putih London, harga bergerak turun sekitar 0,8–1,2% ke kisaran 510–512 dolar AS per ton, dari penutupan Jumat di 516,30 dolar.

Faktor utama yang menekan harga adalah aksi lepas posisi dan lindung nilai dari pabrik gula Brasil setelah kenaikan tajam sepanjang Oktober, ketika harga naik sekitar 10%. Pasar sedang berkonsolidasi setelah reli tersebut, sementara pelaku pasar masih menimbang pelemahan real Brasil pasca terpilihnya kembali Presiden Lula. Nilai tukar yang lemah mendorong produsen dan eksportir menjual gula berdenominasi dolar. Tekanan tambahan datang dari anjloknya harga minyak mentah pada hari yang sama. Harga minyak yang rendah menekan harga etanol dan bisa mendorong pabrik mengalihkan tebu ke produksi gula, sehingga pasokan gula bertambah. Dari sisi posisi pelaku pasar, spekulan memangkas net long gula mentah ICE sebesar 34.464 kontrak menjadi 128.384 kontrak pada pekan yang berakhir 27 Oktober.

Di sisi fundamental, prospek pasokan yang ketat masih menahan ruang penurunan harga. Hujan berlebih akibat El Nino terus mengganggu panen dan penggilingan di Brasil. Produksi gula Brasil bagian tengah-selatan pada paruh pertama Oktober turun 27,1% secara tahunan menjadi 1,87 juta metrik ton, dan hujan tambahan diperkirakan turun pekan ini. Organisasi Gula Internasional (ISO) memperkirakan produksi gula global musim 2026/27 turun 1 persen menjadi 180,1 juta metrik ton dengan defisit 200 ribu metrik ton, dibanding surplus 1,1 juta metrik ton pada 2025/26. Departemen Pertanian AS memperkirakan produksi Brasil turun ke 42,2 juta metrik ton. Namun, USDA masih memproyeksikan stok akhir global 2026/27 naik 2,0% menjadi 44,41 juta metrik ton, sehingga ruang penguatan lanjutan relatif terbatas.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula mentah berpotensi masih bergerak dalam fase konsolidasi yang volatil dengan kecenderungan melemah, seiring tekanan dari lemahnya real Brasil, jatuhnya harga minyak, dan aksi lepas posisi spekulan. Harga gula mentah diperkirakan akan menguji kisaran support terdekat di 18,88 hingga 18,70. Namun, apabila real Brasil pulih dan gangguan cuaca El Nino di Brasil kembali memicu aksi beli teknikal, pergerakan harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran resistance 19,35 hingga 19,64.