(Vibiznews – Commodity) Harga jagung di bursa komoditi berjangka Chicago Board of Trade (CBOT) berakhir melemah pada hari Selasa, 3 November 2026, dan menembus level support yang bertahan beberapa sesi terakhir. Penutupan Selasa adalah data terakhir yang tersedia sebelum sesi hari Rabu.
Harga jagung berjangka kontrak Desember 2026 ditutup turun 5¾ sen pada 4,42½ dolar AS per bushel, dekat level terendah harian dan menjadi penutupan terendah sejak 1 Juli. Kontrak Maret 2027 ditutup turun 5¾ sen ke 4,56¼ dolar AS per bushel. Harga menembus area support sekitar 4,47 dolar AS yang bertahan sejak pekan lalu, dan mencatat level terendah empat bulan baru. Di bursa lain, gandum Chicago turun 6¾ sen ke 5,99¾ dolar AS dan kedelai Januari turun 2¾ sen ke 12,14 dolar AS, sehingga pelemahan merembet ke seluruh kompleks biji-bijian pada hari pemilu AS.
Faktor utama yang menekan harga adalah penjualan teknikal, likuidasi dana spekulatif, dan lindung nilai komersial menjelang akhir panen. Pasar mengabaikan dua penjualan ekspor besar yang diumumkan USDA pada Selasa pagi, yaitu 315.000 ton ke Meksiko dan 136.000 ton ke Korea Selatan, setelah penjualan 1,73 juta ton ke Meksiko pada Senin. Posisi beli bersih dana spekulatif di jagung sudah turun ke sekitar 81.000 kontrak per 27 Oktober, terendah tiga bulan, namun penjualan masih berlanjut. Pasar juga menimbang prospek panen sekitar 16 miliar bushel dengan estimasi hasil panen USDA 181,2 bushel per acre. Panen jagung AS mencapai 74% per 1 November, sedikit di bawah rata-rata lima tahun 77%, dengan sekitar 2,2 miliar bushel masih harus dipanen di Nebraska, South Dakota, Minnesota, dan Iowa. Penggunaan jagung untuk etanol pada September sebesar 438 juta bushel juga berada di batas bawah ekspektasi.
Di sisi lain, sejumlah faktor menahan ruang penurunan. Penjualan ekspor yang berulang menunjukkan pembeli mulai melihat nilai pada harga saat ini, dan hujan lebat di Midwest pekan ini diperkirakan memperlambat panen di wilayah barat. Pembicaraan damai Rusia dan Ukraina yang dijadwalkan pekan depan menekan sentimen biji-bijian secara umum, tetapi Ukraina hanya mengirim sekitar 250.000 ton jagung pada Oktober dibanding 941.000 ton setahun sebelumnya, dan pertukaran serangan AS dan Iran sempat memicu pembelian karena risiko. Secara teknikal, RSI jagung berada di area jenuh jual dan pola musiman biasanya menunjukkan harga jagung dan kedelai membentuk dasar pada akhir Oktober hingga awal November sebelum naik hingga akhir Januari.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga jagung berpotensi masih bergerak sideways dengan kecenderungan melemah, seiring tekanan teknikal setelah support 4,47 jebol, meski area jenuh jual dan penjualan ekspor membuka peluang pantulan teknikal. Harga kontrak Desember diperkirakan akan menguji kisaran support terdekat di 4,40 hingga 4,30 dolar AS per bushel, dengan support lanjutan di 4,26 hingga 4,25 dolar AS, yaitu low Juni dan low kontrak. Namun, apabila penjualan ekspor berlanjut dan terjadi short covering, pergerakan harga berpeluang berbalik arah menuju kisaran resistance 4,45 hingga 4,48 dolar AS, dengan resistance berikutnya di 4,52 hingga 4,56 dolar AS per bushel.








