Rekomendasi Harga Minyak 6 November 2026 : Naik Terpicu Ketegangan Timur Tengah dan Prospek Serangan AS ke Iran

136

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah ditutup melonjak pada hari Kamis, 5 November 2026, rebound dari anjloknya harga sehari sebelumnya. Serangan baru terhadap kapal tanker di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran pasokan, sementara pelaku pasar menilai ulang prospek perang AS-Israel dengan Iran.

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup naik $4,70 atau 4,97% pada $99,32 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS ditutup naik $2,40 atau 2,72% pada $90,52 per barel.

Kenaikan ini berbalik dari hari Rabu, ketika kedua patokan anjlok lebih dari 8% ke level penutupan terendah sejak 31 Agustus. Penutupan Rabu adalah Brent $94,62 (turun 8,7%) dan WTI $88,12 (turun 8,3%). Dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu (Brent Januari $113,43 dan WTI Desember $104,12), harga masih turun sekitar 13% dalam sepekan.

Rebound dipicu kekhawatiran pasokan. Dilaporkan kapal tanker menabrak ranjau atau diserang drone di Timur Tengah terus membuat pasar khawatir, begitu juga sikap Iran yang belum berubah dalam negosiasi dengan AS. Dua kapal tanker dan satu kapal tunda dilaporkan terbakar di Selat Hormuz, menurut Garda Revolusi Iran. Eurasia Group juga dilaporkan memangkas peluang kesepakatan AS-Iran menjadi 10%.

Analis menyebut situasi di Timur Tengah belum terselesaikan, sehingga harga pulih sedikit, dan Brent lebih terpapar geopolitik dibanding WTI yang merupakan patokan domestik AS. Dari sisi permintaan, persediaan diesel komersial China berada di rekor terendah.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak berpotensi bergerak volatil dengan bias menguat terbatas setelah penurunan tajam dan rebound hari Kamis. Serangan terhadap kapal tanker dan sikap keras Iran menopang harga, sementara harapan de-eskalasi pasca pemilu sela dan arus pasokan yang membaik membatasi kenaikan. Pasar juga menanti data tenaga kerja AS yang dijadwalkan hari ini. Jika serangan di Hormuz meluas, harga bisa kembali menguji $100 untuk Brent.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS (kontrak Desember) diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $87,81-$85,09. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $92,28-$94,03.

Harga minyak mentah berjangka Brent (kontrak Januari) diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $95,37-$91,43. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $101,39-$103,47.