Harga Minyak Brent di Asia Menuju $100, Anjlok 13% Secara Mingguan

120
oil

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia untuk jenis Brent diperdagangkan mendekati harga $100 per barel pada perdagangan komoditas sesi Asia hari Jumat (6/11/2026).

Namun secara mingguan, harga minyak Brent  mencatatkan penurunan mingguan sekitar 13%. Penurunan ini didorong oleh optimisme akan penyelesaian konflik Timur Tengah yang mungkin lebih cepat, menyusul kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu (midterm elections) di Amerika Serikat, meskipun ketidakpastian masih tetap ada.

Partai Demokrat berhasil menguasai kedua majelis di Kongres, yang berpotensi membatasi dukungan Presiden Donald Trump untuk melakukan perang melawan Iran.

Teheran dikabarkan tengah meninjau proposal yang diajukan oleh pihak penengah terkait program nuklirnya, namun tetap bersikeras agar blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhannya dicabut, sanksi dilonggarkan, dan aset yang dibekukan dilepaskan sebelum mereka bersedia membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya.

Sementara itu, setidaknya lima insiden yang melibatkan kapal telah dilaporkan terjadi di Teluk Persia sejak hari Minggu, yang menunjukkan masih adanya risiko terhadap pelayaran maritim.

Meski demikian, kondisi telah membaik secara signifikan; ekspor minyak mentah dari kawasan Teluk telah pulih hingga mendekati tingkat sebelum perang, walaupun biaya transportasi masih tetap tinggi.

Harga spot minyak mentah Brent  berada di  posisi $99,03 atau naik 0,75%, demikian untuk kontrak berjangka bulan Januari 2027 yang paling banyak diperdagangkan di ICE berada di kisaran  $98,29 per barel.

Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak Brent berusaha mendaki menuju posisi  $100.40,  jika termbus akan melaju ke kisaran $100.80 – $104.20.

Namun jika bergerak negatif akan dapat terkoreksi  ke  posisi  $98.40 dan jika tembus akan meluncur ke kisaran $98.00 – $93.70.