Mengakhiri perdagangan pasar valas tanah air awal pekan (18/01), kurs Rupiah yang dibuka lemah terhadap dollar AS berhasil menguat namun dengan volume yang sedikit jika dibandingkan dengan penutupan pasar akhir pekan.
Meski dollar AS sedang menguat di pasar spot terhadap beberapa kurs utama rivalnya, namun pasar optimis dengan pergerakan nilai tukar negara berkembang pasca penguatan nilai tukar Yuan Tiongkok. Namun kondisi ini diperkirakan sesaat oleh kekhawatiran akan anjloknya kembali harga minyak dunia yang seja awal sesi Asia konsolidasi.
Rupiah yang sempat melemah sejak awal perdagangan menyebabkan terjadinya arus modal asing keluar cukup besar, asing mencetak net sell sebesar Rp524 miliar. Dan akibatnya IHSG terkoreksi dari penguatan sebelumnya dengan turun -0,9 persen ke posisi 4481.
Pergerakan kurs Rupiah di pasar spot sore ini naik 0,02% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13905/US$ setelah dibuka lemah pada level Rp13974/US$. Demikian kurs transaksi antar bank yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini melemah ke 14001 dari hari sebelumnya 13955.
Dan untuk pergerakan kurs Rupiah perdagangan keesokan harinya, Analyst Vibiz Research Center memperkirakan Rupiah berpotensi menguat terhadap dollar oleh optimisme investasi di tanah air meski dollar menguat di pasar spot.
Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens