Indeks Kospi 3 Maret Berakhir Positif Didukung Penguatan Won Dan Minyak Mentah

731
indeks kospi

Pada penutupan perdagangan bursa saham Korea Selatan Kamis (03/03), indeks Kospi ditutup naik 10,75 poin, atau 0,55 persen pada 1958.17. Penguatan indeks Kospi terdorong penguatan mata uang Won dan kenaikan harga minyak mentah.

Lihat : Awal Positif Indeks Kospi 3 Maret Terdorong Penguatan Won

Pada perdagangan hari ini, mata uang Won menguat terhadap dollar AS. Pasangan kurs USDKRW terpantau melemah -0,94% pada 1212.36. Penguatan Won didukung oleh terkendalinya inflasi Korea Selatan.

Inflasi Korea Selatan rebound pada bulan Februari, naik di atas 1 persen dalam dua bulan, terdorong kenaikan cepat harga pangan dan layanan, demikian laporan pemerintah Korea Selatan pada Kamis (03/03).

Harga konsumen naik 1,3 persen pada Februari dari tahun sebelumnya, rebound dari kenaikan 0,8 persen pada Januari, menurut Statistik Korea. Inflasi, yang telah mempertahankan tingkat nol persen selama 11 bulan sampai Oktober tahun lalu, maju ke 1,0 persen pada November dan 1,3 persen pada Desember, sebelum jatuh ke 0,8 persen pada bulan Januari tahun ini. Namun rebound 1,3 persen pada Februari.

Lihat : Inflasi Korea Selatan Februari Rebound

Dengan inflasi harga konsumen masih di bawah target inflasi 2 persen Bank of Korea (BOK) untuk jangka waktu panjang, bank sentral diharapkan untuk fokus pada indikator ekonomi seperti ekspor dan konsumsi swasta.

Sementara itu, harga minyak mentah lebih tinggi selama jam Asia, dengan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,38 persen di $ 34,79 per barel, menyusul kenaikan semalam sebesar 0,76 persen. Minyak mentah patokan global Brent naik 0,16 persen di $ 36,99, setelah menetap hingga 0,32 persen selama jam AS.

Pada penutupan perdagangan saham sore ini, saham-saham berkapital besar Korea Selatan menguat. Saham SK Hynix naik 3,23%, saham S-Oil naik 2,55%, saham Samsung naik 1,92%, saham KIA Motors naik 1,16%, saham Posco naik 0,95%.

Sementara untuk indeks kospi berjangka terpantau naik 0,45 poin atau 0,19% pada posisi 240.00, naik dari penutupan sebelumnya pada 239.55.

Malam ini akan dirilis data ekonomi AS ISM Non Manufacturing PMI Februari yang diindikasikan berdasarkan hasil konsensus akan menurun. Jika terealisir akan melemahkan dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan selanjutnya, indeks Kospi berpotensi menguat terbatas dengan potensi penguatan Won dan harapan stimulus yang menguatkan ekonomi orea Selatan. Namun akan juga memperhatikan pergerakan bursa Wall Street dan harga minyak mentah yang jika menguat akan membantu kenaikan indeks Kospi. Indeks Kospi diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 237.39-234.34 dan kisaran Resistance 243.32-246.11.

 

Freddy/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here