Mengawali perdagangan valas sesi Asia hari Kamis (17/03), rupiah berhasil kuat signifikan setelah 2 hari dihajar dollar AS. Sejak semalam hingga pagi ini dollar masih sangat lemah terhadap banyak rivalnya setelah dikecewakan oleh keputusan kebijakan moneter the Fed yang terbaru. Pasar global kecewa sekali terhadap pemangkasan momentum kenaikan suku bunga bank sentral Amerika tahun ini sehingga membuat kurs kawasan Asia meninggi.
Dampak penguatan rupiah pagi ini memberikan sentimen positif bagi saham-saham lokal, sehingga asing lakukan banyak beli dengan net buy sebesar Rp240 miliar lebih. Selain itu aksi asing ini membuat pergerakan IHSG positif dan menguat hingga 0.6 persen pagi ini.
Pergerakan kurs Rupiah di pasar spot pagi ini bergerak positif dengan posisi kenaikan 0,78% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13153/US$ setelah dibuka kuat pada level Rp13106/US$. Namun untuk kurs Jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini kembali diperlemah ke posisi 13166 dari hari sebelumnya 13169 pada hari Rabu (16/03).
Dan untuk pergerakan kurs Rupiah di pasar spot hari ini berpotensi menguat kembali hingga akhir perdagangan oleh prospek pelemahan dollar AS, sehingga Analyst Vibiz Research Center memperkirakan Rupiah bergerak di level support di 13195 resistance 13100 per dollar.
Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens



