Hingga perdagangan akhir pasar valas sesi Asia Senin siang (25/04), rupiah berusaha keluar dari zona merah setelah diawal perdagangan dibuka negatif. Selain rupiah mayoritas kurs kawasan Asia lainnya mayoritas sedang dalam tekanan juga, padahal dollar AS sedang dapat tekanan dari banyak rival utamanya.
Meskipun rupiah masih lemah, asing masih mensupport keuntungan bursa dengan net buy yang hanya bertambah sedikit. Terpantau net buy asing siang ini hanya sekitar Rp52,5 miliar, namun aksi asing ini belum memberi support pada laju IHSG yang siang ini sedang melemah 0,9 ke posisi 4873.
Pergerakan kurs Rupiah di pasar spot pagi ini bergerak negatif dengan posisi penurunan 0,04% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13199/US$ setelah dibuka kuat pada level Rp13234/US$. Dari sisi kurs jisdor dan kurs BI, rupiah Rabu diperlemah dari perdagangan sebelumnya.
Kurs jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini diperlemah ke posisi 13235 dari hari sebelumnya 13169 pada hari Jumat (22/04), sedangkan kurs transaksi antar bank menguat ke posisi 13301 dari posisi 13235 perdagangan sebelumnya.
Dan untuk pergerakan kurs rupiah hingga akhir pasar spot hari ini dapat kuat kembali hingga akhir perdagangan sehingga Analyst Vibiz Research Center memperkirakan rupiah bergerak di level support di 13242 resistance 13193 per dollar.
Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens


