Hingga akhir perdagangan pasar spot valas sesi Asia Selasa siang (7/06), kurs rupiah yang dibuka lebih rendah dari perdagangan sebelumnya terus bergerak kencang menjauhi kisaran 13300. Kekuatan didapat dari posisi dollar yang mengecewakan pasar pasca data NPF dan pernyataan Janet Yellen.
Mantapnya pergerakan rupuah hingga siang ini melancarkan investor asing koleksi saham-saham unggulan di perdagangan bursa saham hingga mencetak net buy sebesar Rp576 miliar. Dampak dari aksi asing ini membuat IHSG Jumat siang naik ke posisi 4925 atau naik hingga 0,6 persen.
Pergerakan kurs rupiah di pasar spot pagi ini bergerak positif dengan posisi penguatan 0,28% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13332/US$ setelah dibuka lemah pada level Rp13361/US$. Dari sisi kurs jisdor dan kurs BI rupiah Senin diperkuat dari perdagangan sebelumnya.
Kurs jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini menguat ke 13375 dari posisi 13478 perdagangan hari Senin (6/06), sedangkan kurs transaksi antar bank menguat ke posisi 13442 setelah perdagangan sebelumnya 13545.
Dan untuk pergerakan kurs Rupiah di pasar spot hari ini berpotensi terus kuat hingga akhir perdagangan meskipun dollar AS diprediksi kuat pada sesi sore, sehingga Analyst Vibiz Research Center memperkirakan rupiah bergerak di level support di 13396 resistance 13249 per dollar.
H Bara/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang



